Mohon tunggu...
Rahmad Hidayat
Rahmad Hidayat Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi memasak dan berenang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Lima Bahasa Cinta dalam Konsep Mubadalah

16 Mei 2023   19:36 Diperbarui: 16 Mei 2023   19:40 75
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mubadalah adalah kata Arab:

mubdalah (), artinya penggantian, perubahan dan penukaran. Sedangkan kata mubadalah sendiri merupakan bentuk timbal balik ( muf'alah ) dan kerjasama ( musyrakah ) dua pihak ,untuk pengertian tersebut, artinya saling menggantikan, bertukar atau menggantikan.

Mengenai konteks al-Mubadalah dalam keluarga, yaitu memperkuat rasa saling pengertian antar karakter pasangan. Adanya kesetaraan antara suami dan istri dalam rumah tangga,yang artinya suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Ada "lima bahasa cinta" yang diperkenalkan Gary Chapman dalam bukunya

(Lima Bahasa Cinta), buku ini sangat cocok sebagai elemen pendukung.

Banyak pasangan yang berdebat karena selain karakternya yang berbeda, mereka juga memiliki sudut pandang yang berbeda dan tidak memahami pasangannya. Setidaknya kelima bahasa cinta ini dapat menyelaraskan kehidupan rumah tangga dan menyegarkan kembali kehidupan pria dan wanita yang kaku, pasif dan kehilangan kontak cinta. Lima bahasa cinta itu adalah:

1.words of affitmation (Kata-kata dan Pujian)

Ucapan terima kasih dari pasangan sangat berpengaruh terhadap suasana di rumah, istri dan suami yang bahagia turut andil dalam terciptanya keluarga yang harmonis.

2. Physical touch (Sentuhan Fisik)

Sentuhan pasangan sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi pasangan, misalnya suami yang tidak lupa mencium kening istrinya saat berangkat kerja, atau memeluk istrinya saat menerima kabar gembira.

3. Quality time (waktu bersama)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun