Mohon tunggu...
Rahardyan Harveyoga
Rahardyan Harveyoga Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta

Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Diplomasi Ekonomi dalam Keketuaan ASEAN 2023: Optimalisasi Maritim Melalui Blue Economy

11 Juni 2023   23:34 Diperbarui: 14 Juni 2023   11:09 330
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

2023 merupakan salah satu tahun yang bermakna bagi posisi Indonesia di ASEAN. Hal ini dikarenakan Indonesia didapuk sebagai ketua dalam ASEAN. Ini, bukan kali pertama Indonesia menjabat sebagai ketua ASEAN, namun adalah kali ke 5 Indonesia menjabat sebagai ketua ASEAN.

Periode Indonesia menjadi ketua di ASEAN berlangsung selama satu tahun, dimulai sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2023 yang menandakan kepercayaan  kawasan regional kepada Indonesia untuk mengawal pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan kawasan regional ASEAN ditengah kondisi pemulihan dunia pasca Covid-19.

“ASEAN Matters: Epicentrum of Growth” merupakan tema utama ASEAN dalam tahun ini. bermakna bahwa Indonesia ingin menjadikan ASEAN tetap penting dan relevan bagi masyarakat ASEAN dan dunia.

Indonesia ingin menjadikan momentum ini sebagai ASEAN tetap penting dan relevan bagi masyarakat ASEAN dan dunia. Oleh karena itu telah disusun 3 pilar Priorities Economic Deliverables, yaitu:

Recover-Rebuilding ASEAN bertujuan untuk mengeksplorasi Policy Mix yang terkalibrasi, direncanakan dan dikomunikasikan dengan baik untuk memastikan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, serta memitigasi risiko seperti inflasi dan volatilitas aliran modal.

Digital Economy Untuk memperkuat inklusi keuangan dan literasi digital, negara anggota ASEAN perlu meningkatkan kapasitas masing-masing dalam memformulasikan strategi edukasi finansial secara nasional dan meningkatkan interkonektivitas sistem pembayaran regional.

Terakhir ada, Sustainability Sebagai kawasan yang paling terdampak oleh bencana alam dan risiko terkait iklim, ASEAN perlu merapatkan barisan guna mempersiapkan dan mengarah ke tujuan yang sama dalam kaitan transisi menuju ekonomi hijau, diantaranya melalui penyusunan ASEAN Taxonomy on Sustainable Finance dan Study on the Role of Central Banks in Managing Climate and Environment-Related Risk.

Dari ketiga pilar tersebut, ada keterikatan Indonesia dengan diplomasi ekonomi sebagai anggota resmi ASEAN. Dalam konteks ini, Diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh Indonesia dapat memperkuat Jaringan atau Network Indonesia dalam lingkup regional.

Presiden Joko Widodo dalam pertemuan menyampaikan bahwa tantangan di dunia dan kawasan bahkan juga di internal semakin kompleks, sehingga relevansi ASEAN juga semakin dipertanyakan.

“ASEAN terus disorot dunia. Apakah sentralitas ASEAN mampu dipertahankan di tengah pusaran rivalitas negara besar,” ucap Presiden Jokowi dalam pertemuan kepala negara ASEAN Pertemuan Pleno KTT ASEAN ke-42 (42nd ASEAN Summit Plenary), yang digelar pada Rabu (10/05/2022) di Meruorah Hotel, Labuan Bajo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun