Sabtu 11 Juli 2015 sekitar pukul 07.30 wib, aku bersama-sama saudaraku bertolak dari Bogor untuk mudik. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mudik kali ini aku membawa mobil city car. Kecil, namun cukup untuk kami berempat ditambah barang bawaan. Sengaja mengambil jadwal mudik seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri tentu dengan harapan arus mudik belum cukup tinggi.
Aku sebagai berposisi sopir tunggal, tanpa pengganti, maklum kakak perempuanku ‘keder’ untuk jarak jauh. Melaju dari Bogor melalui tol Jagorawi lalu nyambung ke tol Cikampek. Lumayan lancar sih, meski di beberapa titik agak tersendat, namun secara umum lumayan santai. Aku menikmati perjalanan dengan kecepatan sedang-sedang saja. Yang penting aman. Sekitar pukul 09.30 wib aku sampai di cabang jalur Tol Cipali dan arah pintu keluar Tol Cikampek juga Purwakarta. Arus masih lancar, hingga mulai ramai saat menjelang pintu Tol Cipoko. Antrian mulai terasa. Maklum pilihan waktu mudiknya ternyata banyak kesamaan dengan pemudik lainnya.
Menembus Tol Baru, Tol Cipali
Akhirnya sampai juga di gardu tol tarif Cipali. Oyaaa, tarif tol yang diberlakukan jelang lebaran terbagi dalam empat kategori. Besaran tarif sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 323/KPTS/M/2015 adalah sebesar Rp. 823 per kilometer (km) untuk kendaraan golongan I. Besaran tarif adalah sesuai jarak yang ditempuh. Nah mobilku termasuk dalam kategori kendaraan Golongan I yang dikenai tariff Rp 96.000 (Cikopo-Palimanan). Namun saat momen lebaran berlaku tarif khusus lebaran, tarif diskon 25% berlaku sehingga golongan 1 membayar sebesar Rp. 72.000. Lumayan khan. Dapat potongan Rp. 24.000,-heheee.
Nah untuk tarif termurah sebesar Rp 9.000 Subang-Kalijati. Sementara kendaraan golongan II tarif termurah Rp 14.000 Subang-Kalijati dan termahal Rp 144.000 Cikopo-Palimanan. Kendaraan Golongan III tarif termurah Rp 18.000 (Subang-Kalijati) dan termahal Rp 192.000 Cikopo-Palimanan. Kendaraan Golongan IV tarif termurah Rp 27.500 (Subang-Kalijati) dan termahal Rp 288.500 Cikopo-Palimanan.
Â
Lolos di pintu tol Cipoko, minggir sejenak persis di cekungan bahu jalan tak jauh dari pintu tol. Di sebelah kiri memang menjadi pos patroli Jasamarga. Ada beberapa mobil patroli Jasamarga yang parkir dalam kondisi siap siaga. Aku pun parkir sesaat depan mobil patroli. Aku berhenti bukannya mau istirahat sih, sekedar foto-foto buat kenang-kenangan mudik lebaran 2015. Hehehe. Mumpung kondisinya masih lengang dan tak membahayakan karena lega arus setelah pintu Tol Cipoko ini.