Korupsi pembangunan BTS
Rp 8,03 triliun
Kesimpulan
Dari data yang diperoleh, didapatkan fakta bahwa partai koalisi pada masing-masing periode mendominasi praktik tindak pidana korupsi. Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Lord Acton bahwa "Power tends to corrupt; absolute power corrupts absolutely". Semakin besar kuasa seseorang, semakin besar peluang untuk melakukan aksi korupsi.
Namun, perlu ditekankan bahwa korupsi dapat diibaratkan sebagai sebuah gunung es. Baik suka maupun tidak suka, perlu untuk kita ketahui bahwa kasus korupsi yang kita saksikan selama ini hanya sebagian kecil. Masih banyak tindakan suap, gratifikasi, penggelapan, sampai pemerasan di tingkat akar rumput yang tidak terliput oleh media.
Tidak semua kader partai yang bermain kotor dapat terpantau sepenuhnya oleh penegak hukum. Maka mengukur tingkat korupsi merupakan pekerjaan yang hampir mustahil (Wademan, 2004). Sejalan dengan hal itu, maka menentukan partai mana yang paling bersih dan mana yang paling korup merupakan perkara yang sulit pula.
Dengan demikian, tugas kita sebagai rakyat, tidak berhenti di bilik suara. Adalah tanggung jawab kita untuk senantiasa mengawasi kinerja pemimpin yang telah kita pilih. Mengawal terus janji dan program yang mereka jalankan.
Â
Daftar Pustaka
Juniar, A. (2021). Redesain Demokrasi Internal Partai Politik: Upaya Mencegah. Jurnal Politikom Indonesiana.
Lidwina, A. (2023, April 3). Retrieved from katadata.co.id.