Mohon tunggu...
Raffreds Northman
Raffreds Northman Mohon Tunggu... wiraswasta -

Penulis Novel "Melawan Arus". Blogger. Pembicara di Beberapa Universitas. Aktivis Pendidikan. Nominator Shorty Awards 2013 & 2014 #BestAuthor #BestBlogger. Instagram : @raffreds.

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop

Waspada, Modus Penipuan ATM Kartu Tertelan Mesin!

14 Juni 2014   17:48 Diperbarui: 20 Juni 2015   03:45 1946
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kejadian ini baru saja saya alami (Jumat, 13 Juni 2014) di gerai ATM Mandiri Cabang Masjid Mukhlisin Muwardi, Grogol, Jakarta Barat. Sore itu, saya datang seorang diri untuk mengambil uang. Kondisi ATM memang sepi, namun karena saya pernah beberapa kali mengambil uang disini, saya tidak menaruh kecurigaan yang berarti.

Terdapat 2 mesin ATM disini, pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Saya mengambil uang di mesin pecahan Rp 50 ribu. Kartu saya agak sulit untuk dimasukkan. Sepertinya magnetiknya agak macet. Kemudian, ada seorang bapak masuk mengatakan "maaf kartu saya ketinggalan", sembari mengambil sebuah kartu ATM Bank Permata diatas mesin ATM yang sedang saya pakai (saya kondisinya tidak memperhatikan ada kartu diatas mesin saya). Karena melihat kartu saya macet, dia membantu saya. "Sini saya bantu mas", dia memasukkan kartu saya ke dalam mesin. Saya tidak menaruh curiga karena kartu saya akhirnya masuk. Pria itu langsung pergi. Setelah kartu masuk, saya pencet menu, ternyata tidak bisa. Mesinnya rusak (padahal layar tidak error dan tidak ada tulisan rusak). Ada kemudian seorang pria (yang lain) masuk ke ATM (sepertinya mau ambil uang juga) bertanya "ATM nya rusak ya mas?", saya jawab "iya mas". Saya memencet tombol "cancel" berulang-ulang. Pria tersebut mengatakan "gak bisa dikeluarin mas kartunya? Tekan cancel aja terus mas, pencet-pencet aja". Saya terus menerus menekan cancel dan tombol-tombol lainnya sementara si bapak tadi langsung pergi.

Akhirnya saya menyerah. Saya pergi dari gerai ATM dan menelepon call mandiri 14000. Mungkin karena sudah sore, tidak ada yang mengangkat, saya telepon nomor 021-52997777 (saya dapatkan dari website bank mandiri). Saya mengkonfirmasi untuk blokir dan setelah diperiksa, ternyata ada transaksi penarikan uang sebesar Rp 1,5 juta (saldo terakhir saya Rp 1,679 juta). Saya kaget. Saya pikir, kartu saya tertelan ATM karena mesinnya rusak, ternyata ini modus penipuan. Saya jelaskan bahwa saya belum sempat memasukkan nomor pin hanya sempat memasukkan kartu dan mesinnya rusak. Yang lebih membuat saya kecewa lagi adalah gerai ATM tersebut sudah beberapa kali saya gunakan dan tidak ada masalah maupun kasus pencurian seperti ini. Sebagai tambahan, gerai ATM Mandiri Masjid Mukhlisin ini tidak memiliki CCTV sama sekali. Satpam penjaga pun tidak ada. Mohon pihak Bank Mandiri yang membaca ini menindaklanjuti keluhan saya. Terima kasih.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun