Mohon tunggu...
Radiansyah
Radiansyah Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Suka nulis anime, manga, games dan yang berkaitannya

Selanjutnya

Tutup

Film

Apakah The Boy and The Heron Menutupi Hype Suzume? Ini Penjelasannya

20 Desember 2023   12:00 Diperbarui: 20 Desember 2023   12:04 201
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Apakah The Boy and The Heron Menutupi Hype Suzume ? Ini Penjelasannya (myanimelist)

The Boy and the Heron dan Suzume no Tojimari sepertinya saat ini menjadi bahan perbincangan di kalangan penggemar anime ataupun manga. Dimana keduannya baru-baru ini dinominasian untuk Kategori Film Animasi Terbaik Golden Globe Awards Hal ini tak hanya menjadi momemn kebangaan bagi tim produksi yang menggarap film masing-masing, namun juga bagi seluruh penggemar.

Dikutip dari sportskeeda, topik lain sepertinya mulai muncul di tengah pemberitaan ini. Dimana  pertanyaan tersebut The Boy and the Heron menutup hype dari Suzume? tentu saja tidak, berikut ini penjelasannya.

Alasan kenapa The Boy and The Heron tidak menutupi hype dari Suzume

Suzume (suzume-tojimari-movie.jp/)
Suzume (suzume-tojimari-movie.jp/)
Salah satu alasannya adalah keduannya adalah film yang luar biasa. Dimana Suzume adalah film yang diciptakan oleh Makoto Shinkai dimana menggabungkan latar Jepang modern dengan elemen fantasi yang diambil dari dongeng dan cerita rakyat lainnya.

Hasilnya adalah sebuah film yang berisi karakter-karakter yang luar biasa dan dicintai. Film-film dari Shinkai sendiri seperti yang diketahui selalu membangkitkan emosia yang kuat, begitu juga dengan Suzume. Dimana perpaduan antara bencana alam dan unsur rakyat menciptakan sebuah film yang menarik.

Sedangkan The Boy and the Heron adalah karya dari Hayao Miyazaki yang dimana menekankan adanya gaya animasi yang indah, serta menangkap esensi dari tugas-tugas dari duniawi tertentu dan meromantiasasinya. Film ini berfokus pada pencarian karater untuk dapat dapat mencapai yang diperlukan setelah kematian dari ibunya. Film ini juga dengan indahnya menggambarkan kemampuan untuk dapat mengatas rintangan dengan cara berdamaian dengan kepergian ibunya.

The Boy and the Heron (x: @gkidsfilms)
The Boy and the Heron (x: @gkidsfilms)
Alasan mengapa The Boy and the Heron lebih banyak dibicarakan daripada Suzume tidak ada hubungannya dengan pembuatan masing-masing film. Dapat dikatakan jika ini merupakan bias kekinian. Ini merupakan bias kognitif yang dimiliki oleh semua orang, termasuk dari para penggemar anime dan manga, terhadap sebuat peristiwa yang baru-baru ini terjadi.

Hal ini menghasilkan adanya penekanan yang jauh lebih signifikan dari suatu peristiwa atau kenangan yang jauh lebih baru.

Karena itu The Boy and the Heron saat ini sedang tayang di bioskop, penggemar cenderung berdiskusi dan menguraikan elemen-elemen yang ada didalamnya. Sementara itu Suzume pertama kali munucl di biosop hampir satu tahun yang lalu. Bukan filmnya sendiri yang menutupi kehebohan dari Suzume, tetapi melainkan waktu yang dimana menyebabkan fenomena ini.

Film Makoto Shinka dirilis pada November 2022 dan memberikan banyak waktu bagi penggemar anime untuk beralih ke topik diskusi baru.

Hal ini tidak terjadi pada film saja, tetapi juga seperti serial Black Clover dimana tidak banyak bicarakan. Dikarenakan serial anime dan manganya sudah vakum cukup lama.

Semenatra itu, serial seperti Jujutsu Kaisen dan One Piece hype di komunitas dibanding Black Clover. Hal ini bukan disebabkan oleh pilihan serial lain, melainkan adanya bias waktu dan keterkinian, yang memainkan peran pentin dalam cara pandang masyarakat dengan segala bentuk media.

Kesimpulanya, Suzume dan The Boy and the Heron adalah film yang luar biasa yang sangat berbeda. Meskipun berbeda, tetapi keduannya memberikan dampak yang signifikan bagi penonton yang menyaksikannya. Meskipun film dari Makoto Shinkai saat ini sedang tidak banyak dibicarakan, namun penyebabnya bukan karena film Hayao Miyazaki.

Sederhanannya adalah, cukup banyak waktu yang telah berlalu, dan bias kekinian telah mempengaruhi cara pandang penggemar terhadap sebuah film dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, kurangnya hyp dari Suzume adalah murni karena berlalunya waktu.***

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun