Sail Sabangg 2017, sebagai contoh, turut serta menyajikan atraksi budaya seperti sajian kuliner dan kopi tradisional aceh, parade kapal tradisonal, dan sajian tari ratoh jarioe (Irvan, 2017).
Namun, di samping potensi yang sangat melimpah, beberapa tantangan menjadi sebuah isu permasalahan yang menghambat pengembangan nautical tourism di Indonesia.Â
Permasalahan tersebut yaitu isu pelestarian lingkungan hidup dan pelibatan masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi wisata. Permasalahan lingkungan hidup menjadi krusial karena jantung dari nautical tourism merupakan sajian kekayaan alam yang sangat menarik untuk diliat.Â
Dengan semakin berkurangnya kualitas lingkungan hidup di perairan laut, tentu akan sangat berdampak bagi kualitas dan kuantitas nautical tourism.Â
Wisatawan menjadi tidak tertarik lagi untuk berkunjung ke suatu pulau yang kualitas lingkungnnya tidak baik, seperti banyaknya sampah, sedikitnya biota laut, dan air laut yang keruh. Tentu berbeda dengan wilayah yang bersih, dan terdapat banyak biota laut.
Disamping itu, pelibatan masyarakat secara aktif juga menjadi penting sebagai bagian dari upaya pariwisata berkelanjutan. Dampak dari keikutsertaan masyarakat dalam mengelola nautical tourism dapat berkorelasi positif dengan meningkatnya pendapatan masyarakat sekitar secara signifikan, meningkatkan kualitas hidup, dan pengembangan kebudayaan sebagai atraksi budaya. Tentu keseluruhan potensi tersebut harus berjalan beriringan dengan peran pemerintah dan juga swasta dalam mengelolanya.
Indonesia memiliki potensi yang besar untuk pengembangan nautical tourism. Namun, tatangan dalam pengelolaan seperti permasalahan lingkungan hidup dan pelibatan masyarakat lokal menjadi isu strategis yang jika dapat diatasi malah akan memberi keuntungan kepada berbagai pihak, termasuk aspek lingkungan.Â
Untuk itu, diperlukan sinergi aktif dari masyarakat, pemerintah, dan swasta untuk dapat mengembangakan nautical tourism sebagai bagian dari optimalisasi potensi pariwisata di Indonesia.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H