Namun, sifat kegigihan yang dimiliki oleh Charlotte dan Lady Danbury membuat mereka menjadi salah satu tokoh feminis dalam serial Queen Charlotte yang berhasil melawan segala keterbatasan yang mereka miliki sebagai wanita. Mereka berhasil meruntuhkan stigma bahwa wanita bukanlah apa-apa tanpa laki-laki yang menggambarkan sudut pandang dari feminisme itu sendiri.
Melalui serial Queen Charlotte kita bisa melihat bagaimana isu-isu gender, terlebih bentuk ketimpangan yang dialami oleh wanita memang cukup parah. Wanita seolah tidak memiliki pilihan dalam hidupnya dan hanya dianggap sebagai penghasil anak saja.
Wanita hanya dinilai melalui tubuhnya dan bukan dari nilai yang dimiliki oleh wanita itu sendiri. Wanita juga akan selalu terperangkap pada status bahwa Ia adalah milik suaminya dan mendapatkan status sosial dari status sang suami tanpa bisa menunjukkan nilai dirinya yang lebih daripada itu
Kehidupan yang dialami oleh para tokoh-tokoh wanita di serial Queen Charlotte ini tidak hanya menunjukkan kisah romantis para tokohnya. Namun juga bagaimana para tokoh wanita harus terperangkap dan bahkan tersiksa dalam isu-isu feminisme dan stereotip tentang wanita yang menimpa mereka dan bagaimana cara mereka untuk bisa menghadapi hal tersebut.
REFERENSI
Quinn, J., & Rhimes, S. (2023). Queen Charlotte (First edition). HarperCollins Publisher.
Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2023). Teori Sosiologi Modern: Vol. Sixth edition. Kencana.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI