Walau melemahnya nilai rupiah tidak menguntungkan ekonomi secara umum, tetapi dapat membuat keuntungan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan Analisa yang telah disusun oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu) setiap rupiah melemah 100 poin terhadap dollar AS, penerimaan pajak akan bertambah sebanyak Rp 2,1 triliun - Rp 2,16 triliun. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bertambah sebanyak RP 1,7 triliun - RP 2,5 triliun.Â
Dengan demikian, total penerimaan negara akan bertambah sekitar Rp3,8 triliun - Rp 5,1 triliun. Efek pelemahan nilai rupiah terhadap penerimaan negara sudah terasa pada pendapatan pajak. Pada periode 31 Juli 2018 penerimaan pajak mencapai Rp 687,17 triliun, tumbuh 14,36% dibandingkan hasil dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada periode itu PNBP sudah mencapai Rp 211,03 triliun, tumbuh 22,53% per tahun.
 Dirjen Anggaran Kemkeu, Askolani, mengatakan bahwa pelemahan nilai rupiah berefek positif bagi anggaran karena berpotensi mengurangi defisit anggaran. Penerimaan negara juga bisa terangkat oleh kenaikan harga komoditas, salah satunya adalah harga batu bara yang akan menambah PNBP. Pada Januari - Agustus 2018 harga batu bara sedang naik mencapai 99,18 dollar AS per ton. Pada saat itu PNBP dari pertambangan minerba mencapai Rp 16,44 triliun atau 92% target APBN.Â
Menurut Askolani selain batu bara pelemahan nilai rupiah juga akan menambah penerimaan minyak dan gas (migas), pajak penghasilan (PPh) migas, pajak pertambahan nilai (PPN), serta bea masuk dan bea keluar. Melemahnya nilai rupiah menambah sisi pendapatan yang terkait valuta asing.Â
Berdasarkan uraian diatas pelemahan nilai rupiah tidak selalu memberikan dampak negatif terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab, pelemahan nilai rupiah dapat memberikan tambahan penerimaan bagi negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan seperti batu-bara dan migas serta royalti dari sektor tersebut.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H