pinterest"Ayo kerja keras, selagi masih muda."Â
Sering dengar kalimat ini? Biasanya usia muda identik dengan tuntutan untuk mengerjakan banyak hal, karena biasanya banyak ide yang terlintas di pikiran dan dianggap punya tenaga yang ekstra.Â
Gimana ya rasanya mereka yang kerja selama 10-12 jam dalam sehari? Kayaknya mereka akan bilang kalau hal itu cukup melelahkan, pikiran suntuk, bahkan tidak jarang sampai burnt out. Biasanya kita akan lebih susah untuk fokus dan mudah lelah ketika pikiran kita merasa jenuh, akibatnya kinerja kita pun akan menurun.Â
Di balik rutinitas kerjaan kita sehari-hari yang padat, semua itu dipengaruhi oleh gimana caranya kita bisa mengelola energi kita, dimana kita tetep punya stamina, fokus, dan semangat yang cukup buat kerja seharian. Ada empat sumber utama dalam diri manusia yang memengaruhi energi sehari-hari, yaitu tubuh, emosi, pikiran, dan jiwa.Â
TUBUH
Coba deh jawab dulu beberapa pernyataan di bawah ini, mana yang paling sering kamu lakukan.
Tidak tidur setidaknya tujuh hingga delapan jam secara teratur, dan sering bangun dengan perasaan lelah
Sering melewatkan sarapan atau sering makan sesuatu yang tidak bergizi
Jarang berolahraga setidaknya tiga kali seminggu
Tidak punya waktu untuk istirahat makan siang, sehingga biasanya makan siang di meja kantor atau meja kerja
Nah, kalau poin-poin di atas banyak yang kamu checklist, tidak heran kalau tubuhmu rasanya sering capai ketika bekerja. Ketika kita bisa mengatur olahraga, jam tidur, dan jam istirahat, Â kita akan mampu mengelola energi fisik kita.Â
Mulai dari olahraga, kira-kira dalam seminggu terakhir ini sudah berapa kali kamu olahraga? Tidak harus olahraga yang berat, kamu bisa lakukan beberapa olahraga kardiovaskular di rumah, contohnya lompat tali, jogging, atau naik turun tangga.Â
Olahraga yang sederhana ini bermanfaat buat kesehatan jantung kita, cobalah untuk melakukannya 15-20 menit sehari secara rutin. Kegiatan ini dapat bermanfaat untuk menguatkan jantung kita dan meredakan stres.
Berikutnya adalah jam tidur, ternyata tubuh kita punya jam detoks tubuh atau bisa dibilang tubuh kita punya jam kerja tersendiri. Selama 24 jam, ternyata pukul 9-12 malam adalah saatnya tubuh kita memproduksi hormon melatonin, hormon alami ini berperan untuk membantu menjaga siklus tidur bangun tubuh kita.Â
Kalau begadang gimana? Berarti kita sedang mempekerjakan tubuh kita di jam yang salah, makanya tidak heran kalau biasanya kita jadi mudah lelah setelah begadang. Kalau kita terbiasa begadang, hormon ini tidak diproduksi dengan stabil, lalu menyebabkan berbagai masalah muncul, contohnya gangguan kesehatan fisik, depresi, kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan penurunan produktivitas baik dalam bekerja maupun belajar.Â
EMOSI
Apa yang kita rasakan selama bekerja dan emosi yang ada, berpengaruh pada produktivitas kita. Tapi tantangannya, bisakah kita terus memiliki emosi positif tersebut? Ada beberapa cara untuk bisa mempertahankan emosi positif tersebut. Cobalah untuk mengapresiasi atau ngobrol dengan rekan kerja, sahabat, dan juga orang di rumahmu. Kamu bisa chat, call, atau deep talk dengan mereka.
PIKIRAN
Banyak orang berpikir kalau multitasking adalah jalan keluar saat menghadapi semua tuntutan pekerjaan yang ada secara bersamaan. Tapi sebenarnya hal itu justru merusak produktivitas. Peralihan perhatian sementara dari satu tugas ke tugas lain, akan meningkatkan jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas utama sebanyak 25%.Â
Jadi akan jauh lebih efisien untuk fokus kerja selama 90 hingga 120 menit, lalu istirahat sejenak, lalu fokus sepenuhnya pada aktivitas berikutnya, hal ini dinamakan sprint ultradian.
JIWA
Apakah aktivitasmu sehari-hari atau kegiatanmu punya value tertentu? Contohnya, ada satu temanku yang buka jasa cuci sepatu, menurutnya hal itu punya makna tersendiri, karena sejak kecil dia selalu pakai sepatu bekas kakaknya yang sudah lusuh dan jelek.Â
Makanya dia berharap, orang-orang bisa pakai sepatu yang bersih dan bagus. Hal-hal seperti itulah yang nantinya akan memberikan kita energi ekstra dan mendorong motivasi kita dalam mengerjakannya. Makna tertentu atau tujuan tertentu dari kegiatan yang kita lakukan akan membuat kita menghargai kesibukan tersebut dan pasti itu membawa sebuah kesan tertentu dalam diri kita.Â
Sempatkanlah waktu untuk refleksi dan introspeksi diri, mungkin bisa dimulai dengan bertanya pada diri sendiri "aku ingin diingat dan dikenal sebagai orang yang seperti apa?".
Apakah seperti orang yang workaholic atau budak tugas yang sampai melupakan aspek kehidupan lainnya? Atau seperti apa? Bisa juga kamu tulis potensi-potensi apa yang ada pada dirimu dan kira-kira value apa yang mau kamu bawakan dalam keseharianmu? Nah setelah itu cobalah melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut.Â
Pada akhirnya, energi itu dapat diatur secara sistematis atau sengaja dan di-recharge secara teratur dengan melakukan aktivitas tertentu. Perilaku atau aktivitas yang dengan sengaja dilakukan dan dijadwalkan dengan tepat, akan bertujuan menjadikannya otomatis di dalam diri kita.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI