A. Â Pengertian Progresivisme
Progresivisme berasal dari kata progres yang berarti kemajuan, secara harfiah progresivisme diartikan sebagai aliran yang menginginkan kemajuan-kemajuan secara cepat. Jadi, progrevisme merupakan salah satu aliran dalam filsafat pendidikan yang menghendaki adanya perubahan secara cepat praktik pendidikan menuju ke arah yang positif, dengan kata lain pendidikan harus mampu membawa perubahan pada diri peserta didik menjadi pribadi yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai persoalan serta dapat menyesuaiakan diri dengan kehidupan sosial dimasyarakat.
B. Â Pandangan Aliran Progresivisme dalam belajar
Menurut aliran ini belajar itu dilaksanakan berangkat  dari asumsi bahwa anak didik itu bukan manusia kecil melainkan manusia yang sutuhnya dan mempunyai potensi untuk berkembang yang berbeda kemampuanya, aktif, kreatif, dan dinamis serta punyak motivasi untuk memenuhi kebutuhanya.dalam konteks ini, belajar semestinya dilaksanakan dengan memperhatikan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak didik. Oleh karena itu, dalama pandanagan progresivisme belajar harus dipusatkan pada diri siswa bukan guru atau bahan pelajaran.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam belajar menurut pandangan progresivisme, di antaranyan :
1. Memeberikan kesempatan anak didik untuk belajar peorangan atau mandiri.
2Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk belajar dari pengalaman.
3. Pendidik harus memberikan motivasi kepada peserta didik bukan perintah.
4. Mengikut sertakan  peserta didik di dalam aspek  kegiatan yang merupakan kebutuhan pokok.
5. Menyadarkan pada anak didik bahwa hidup itu dinamis
C. Â Pemikiran Tokoh Aliran Progresivisme
A. William James ( 11 Januari 1842 -26 Agustus 1910 )
William James seorang psychologist yang lahir di New York pada tanggal 11 januari 1842 dan meninggal pada tanggal 26 Agustus 1910 di Choruron, New Hemshire. James berkeyakinan bahwa otak atau pikiran , seperti juga aspek dari eksistensi oganik, harus mempunyai fungsi biologis dan nilai kelanjutan hidup. Dia menegaskan agar fungsi otak atau pikiran itu di pelarai sebagai bagian dari mata pelajaran pokok dari ilmu pengetahuan alam. 1890 yang membahas dan mengembangkan ide-ide tersebut, dengan cepat menjadi ilmu klasik dalam bidang itu.
Buku karangan yang berjudul prinsiples of psycology yang terbit tahun 1890 yang membahas dan mengembangkan ide-ide tersebut, dengan cepat menjadi ilmu klasik dalam bidang itu.
B. John Dewey ( 1859-1952 )
John Dewey menyatakan bahwa yang benar adalah apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaan akibat-akibatnya yang bermanafaat secara praktis. Teori Dewey tentang sekolah adalah " Progresivisme " yang lebih menekankan pada anak didik dan minatnya daripada mata pelajaranya sendiri. Menurut Dewey peniddikan adalah proses dari kehidupan dan bukan persiapan masa yang akan datang.
C. Â Hans vaihinger ( 18522-1933 )
Hans Vaihinger berpendapat bahwa tahu itu hanya mempunyai arti praktis. Persesuaian dengan obyeknya tidak mungkin dibuktikan  satu-satunya ukuran bagi berpikir ialah gunanya ( dalam bahasa Yunani ) untuk  mempengaruhi kejadian di dunia.pengertian itu  berguna. Untuk menguasai dunia, bolehlah dianggap benar, asal orang tahu saja bahwa kebenaran ini tidak lain kecuali keliruan yang berguna.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H