Guru juga masih banyak sekali yang hanya memetingkan akademik dan mengabaikan sisi lain seperti inovasi pembelajaran, penguasaan IT, juga kedisiplinan, padahal poin ini sangat penting dalam perbaikan sistem pendidikan. Guru juga kurang memperhatikan aspek bahwa setiap anak berbeda.Â
Kepahaman guru akan karakter setiap anak pun kurang. Banyak guru memandang setiap anak harus bisa di semua mata pelajaran. Padahal setiap anak memiliki bakat dan keahliannya masing- masing. Alterntif solusi yang bisa diberikan dalam masalah utama ini adalah tentu saja perbaikan kualitas guru, namun bagaimana caranya?Â
Caranya adalah memperketat seleksi guru yang akan mengajar dikelas. Guru diuji sedemikian secara kreativitas dan kepahaman psikologinya pada anak. Selain itu diwajibkan pula penguasaan IT pada seluruh guru untuk menjadikan guru mampu beradaptasi dalam era saat ini dan menghasilkan siswa yang siap menghadapi tantangan zaman saat ini.
2. Hilangnya Peran Orang Tua
 Peran ortu juga tak kalah penting dalam membantu perbaikan pendidikan. Sebaik apapun yang didapat anak di sekolah jika tak didukung peran orang tua dirumah maka tidak akan sepenuhnya terlaksana dengan baik.
Dukungan moral, semangat dan teman belajar adalah poin penting untuk meningkatkan semangat belajar anak. Dan itu bisa didapatkan dari orang tua yang sadar akan perannya dalam membangun pendidikan anak. Bagaimanapun orang tua adalah sumber pengetahuan anak. Penanaman karakter dari orang tua adalah hal penting, begitupun juga pengawasannya dalam pembelajaran anak agar dapat memperoleh pembelajaran yang tepat.
Saat ini orang tua menganggap tugasnya sudah selesai saat telah menyekolahkan anaknya. Mereka menyerahkan sepenuhnya anaknya pada guru. Padahal tanggung jawab terbesar juga ada pada dirinya untuk mendidik anak.
Solusi dari permasalahan ini adalah orang tua harus mampu menyadari perannya dan membantu anak dalam proses belajarnya, selalu berkonsultasi pada guru anak terkait hasil belajar anaknya. Sesibuk apapun orang tua harus meluangkan waktu dan memenuhi tanggung jawabnya yang sebenarnya sebagai sekolah pertama pada anak.
Para orang tua juga bisa mengikuti berbagai program parenting untuk mempelajari bagaimana pengasuhan yang baik bagi anak. Membantu anak mengetahui potensinya dan mengembangkannya.
3. Sarana dan Prasarana yang Kurang Serta Persebaran Guru yang Tidak Merata di Daerah Terpencil
Tak bisa dipungkiri sarana pendidikan adalah hal penting untuk menunjang proses pendidikan. Namun sepertinya hal ini masih kurang di Indonesia. Banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium komputer maupun LCD dan beberapa di daerah terpencil sekolah adalah bangunan yang sangat memprihatinkan pun aksesnya sangat sulit.Â
Ditambah jumlah guru yang sangat terbatas. Hal ini membuat anak di daerah tersebut hanya memperoleh pendidikan seadanya, sebatas membaca dan menulis.