"Kamu itu kadang sombong ya," kata seorang teman suatu ketika.
"Lho, ada apa ini kok tiba-tiba mengatakan aku sombong?"
"Mbok iya, kamu itu jangan suka hit and run," lanjut temanku tanpa mengindahkan pertanyaanku.
"Maksudnya bagaimana? Jelaskan dulu, jangan langsung memberondong pertanyaan kayak gitu. " tanyaku tidak mengerti.
"Ya kalau habis menulis jangan langsung ditinggal begitu saja. Komentar-komentar dari pembaca itu dibalas. Kamu sudah berhutang waktu pada pembaca yang berkomentar di artikelmu. Dengan membalasnya, itu berarti kamu menghargai waktu luang yang sudah mereka sediakan untuk membaca tulisanmu."
Nasihat temanku itu menyisakan dua pertanyaan penting:
- Apakah membalas komentar pembaca di artikel suatu kewajiban?
- Apakah setiap penulis berhutang waktu dan jawaban pada pembaca yang sudah meninggalkan komentar di artikelnya?
Aku suka menulis, itu sudah pasti. Aku bisa menulis konsisten setiap hari, ya. Tapi kalau aku diharuskan konsisten dan selalu membalas setiap komentar yang mampir di tulisanku, tunggu dulu.
Manfaat Memberi Komentar di Artikel
Sebagaimana yang diinginkan dan dirasakan setiap penulis atau seniman lainnya, tentu aku membutuhkan validasi atau pengakuan untuk setiap hasil karyaku. Aku ingin tulisanku dibaca banyak orang.
Aku merasa dihargai bila ada pembaca yang sudi berkomentar di artikelku. Aku senang mendengar apa yang mereka pikirkan tentang ceritaku, baik itu positif, netral maupun negatif. Bagiku, komentar pembaca layaknya katarsis. Ada kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin usai menghabiskan sekian banyak waktu untuk menulis.
Tapi jujur, untuk setiap komentar yang masuk di artikelku aku tidak merasa itu seperti hutang yang wajib dibayar. Sekalipun aku tahu dan sadar bahwa komentar (juga rating) dari pembaca sangat berguna bagi artikelku sendiri.
Dari sisi teknis, memberi nilai atau mengomentari artikel berarti kita sudah membantu rating artikel tersebut, membantu tingkat engangement yang menjadi salah satu poin penting dari algoritma mesin pencari. Silahkan baca tips tentang SEO dan pasti salah satunya membahas tentang betapa pentingnya engangement itu.
Dari sisi moral, dengan menilai dan memberi komentar itu sama artinya dengan kita menghargai jerih payah penulis. Kita sudah memberi dukungan bagi penulis untuk terus berkarya, terus menelurkan ide-idenya dalam bentuk tulisan. Sungguh mulia bukan?
Jujur saja, aku bukan orang yang self-promoted, senang dan sering mempromosikan artikel atau konten-konten lainnya. Jiwa introvert-ku seperti meronta kalau disuruh mempromosikan tulisanku sendiri.
Jadi, setiap artikel yang kutulis kubiarkan mengalir begitu saja. Biar mereka yang mendapatkan pembacanya sendiri. Dibaca alhamdulillah, tidak dibaca ya biasa saja. Kalau ada yang mengomentari, itu jadi nilai tambah.
Membalas Komentar Bukan Kewajiban Penulis
Sebagaimana yang dinasihatkan temanku dan juga blogger-blogger lain yang lebih berpengalaman, setiap komentar di artikel semestinya harus dibalas. Tapi, aku sendiri merasa itu bukan suatu kewajiban. Aku merasa tidak berhutang waktu pada mereka.
Mengapa?
Karena bagiku itu melelahkan. Membalas komentar itu membutuhkan waktu. Sementara aku sudah menyediakan waktu bagi pembaca dengan menghasilkan tulisan. Aku sudah mencurahkan setengah jiwaku untuk merangkai kata-kata. Aku sudah mengorbankan penglihatanku dengan terus menatap layar laptop.
Lagipula, hampir semua komentar yang masuk kalimatnya itu-itu juga.
"Artikel yang bagus."
"Tulisan menarik, inspiratif."
"Terima kasih sudah berbagi pengalaman/tulisan. Salam hangat."
Yah, intinya hampir setiap komentar itu menyiratkan pujian yang kalau kupikir-pikir malah keluar dari esensi tulisan.
Terhadap komentar-komentar seperti itu, aku malah seringkali hanya copy paste "Terima kasih sudah membaca, salam hangat".
Jadi, mohon maaf saja buat pembaca yang sudah berkomentar di artikelku, tapi tidak mendapat balasan. Bukan karena aku sombong, atau tidak menghargai komentar kalian. Tapi aku berpikir lebih baik waktuku kuhabiskan untuk mengeksekusi ide-ide dan menghasilkan artikel-artikel lain yang lebih berkualitas.
Aku harap para pembaca yang sudah meninggalkan komentar  tahu bahwa aku membaca komentar kalian, dan aku bahagia tulisan-tulisanku sudah menginspirasi atau bermanfaat bagi kalian.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H