Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Bicara Gizi, Bicara Pentingnya Nutrisi untuk Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

20 Oktober 2019   22:21 Diperbarui: 20 Oktober 2019   22:39 126
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bu Iis (tengah) dan Bu Mirna (kiri) saat memberikan testimoni dari anak mereka yang menderita Penyakit Jantung Bawaan (dokpri)

"Bagaimana kabarnya Zafran sekarang Bunda Iis?" tanya pembawa acara pada Bu Iis, ibunda Zafran.

Bu Iis tidak menjawab. Matanya terlihat berkaca-kaca. Pembawa acara kemudian mempersilahkan Bu Iis untuk duduk di tempat duduk di atas panggung. Setelah bersusah payah menahan air mata yang hendak jatuh, barulah Bu Iis bisa menceritakan keadaan Zafran, putra kandungnya yang menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

"Alhamdulillah Zafran keadaannya sehat. Saya mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga untuk tim dokter yang selama ini sudah membantu Zafran, hingga sekarang Zafran berusia 4 tahun. Saya masih ingat, saat lahir prematur dulu Zafran sempat divonis gagal janin. Detak jantungnya tidak bisa terdeteksi. Tapi saya tidak mau menyerah, saya minta tim dokter untuk memeriksanya kembali. Alhamdulillah, atas pertolongan para dokter dan kehendak Allah, Zafran lahir dengan selamat, meski selama hidupnya dia harus menderita Penyakit Jantung Bawaan. Bagi saya, Zafran adalah titipan istimewa dari Allah. Titipan yang harus kami jaga sebaik-baiknya. Titipan berharga yang memberi pelajaran bagi kami untuk bisa bersabar dan bersyukur."

Testimoni dari Bu Iis dan Bu Mirna, orangtua Akeyla (2 tahun) yang juga menderita Penyakit Jantung Bawaan membuka acara Bicara Gizi yang diselenggarakan Nutricia Sarihusada --sebagai bagian dari Danone Specialized Nutrition - di Hotel Savana Kota Malang pada Sabtu (19/10) kemarin. 

ara orangtua dari Komunitas Pejuang Jantung (PJB), blogger serta perwakilan media menyimak dengan penuh rasa haru atas testimoni yang disampaikan Bu Iis dan Bu Mirna.

Bu Iis (tengah) dan Bu Mirna (kiri) saat memberikan testimoni dari anak mereka yang menderita Penyakit Jantung Bawaan (dokpri)
Bu Iis (tengah) dan Bu Mirna (kiri) saat memberikan testimoni dari anak mereka yang menderita Penyakit Jantung Bawaan (dokpri)

Menurut data IDAI (2014), angka kejadian PJB di Indonesia diperkirakan mencapai 43.200 kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup, yaitu sekitar 7 -- 8 diantara 1000 kelahiran setiap tahunnya.

"Bila tidak terdeteksi secara dini dan tidak ditangani dengan baik, resiko pasien tidak terselamatkan mencapai 50% pada bulan pertama kehidupan. Selain itu, salah satu permasalahan utama anak dengan PJB adalah tingkat status gizi yang buruk.

Untuk mencegah peningkatan morbiditas dan mortalitas yang berkaitan dengan malnutrisi pada anak dengan PJB, diperlukan deteksi dini dan pemberian nutrisi yang intensif sesuai pengawasan dokter." jelas Konsultan Kardiologi Anak Dr. Dyahris Koentartiwi, SpA(K) yang menjadi pembicara dalam acara tersebut.

Jantung yang normal memiliki katup, arteri, dan ruang yang membawa darah dalam pola peredaran darah: tubuh-jantung-paru-jantung-jantung-tubuh. Ketika semua bilik dan katup bekerja dengan benar, darah dipompa melalui jantung, ke paru-paru untuk oksigen, kembali ke jantung dan keluar ke tubuh untuk pengiriman oksigen. Ketika katup, bilik, arteri, dan vena mengalami malformasi (kelainan pembentukan), pola sirkulasi ini dapat terganggu[1].

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun