Sang Peri tahu Pinokio berbohong dan kemungkinan akan terus berbohong. Tapi dia tidak langsung menuduh. Dengan berpura-pura tidak tahu kebohongan Pinokio, Peri terus mengejar dengan pertanyaan yang menyudutkan Pinokio.
 "Kalau keping emasmu hilang di hutan dekat sini, kami akan membantu mencarinya, dan kami yakin bisa menemukannya. Karena semua yang hilang di hutan itu selalu bisa ditemukan."
Pada titik inilah Pinokio kehilangan semua ketenangannya, namun masih mencoba untuk melepaskan diri dengan berbohong lagi.
" Aku sebenarnya tidak kehilangan empat keping emas. Aku menelannya secara tidak sengaja ketika aku sedang minum obatmu."
Hidung Pinokio pun bertambah panjang sampai ia tak bisa melewati pintu rumah. Menyadari hal itu, Pinokio menangis dan mengaum, memohon pada Peri supaya hidungnya kembali normal. Sang Peri kemudian memanggil sekawanan burung pelatuk untuk memahat hidung Pinokio kembali ke ukuran semula.
Setelah reda tangisnya, Pinokio kemudian bertanya pada Peri bagaimana dia tahu kalau dirinya berbohong.
"Kebohongan, bocahku yang terkasih, segera ditemukan, karena mereka ada dua macam. Ada kebohongan yang memiliki kaki pendek, dan kebohongan yang memiliki hidung panjang. Kebohonganmu, seperti yang terjadi, adalah salah satu dari mereka yang memiliki hidung panjang. "
Kebohongan yang memiliki kaki pendek adalah kebohongan yang bisa memberi kita sedikit jarak, tetapi tidak bisa berlari lebih cepat dari kebenarannya. Maksudnya, kita segera menyadari bahwa lebih baik mengatakan yang sejujurnya daripada mempertahankan kebohongan tersebut.
Sementara kebohongan yang memiliki hidung panjang adalah kebohongan yang membuat pembohongnya terlihat konyol. Sudah ketahuan berbohong, tapi ia mempertahankannya dengan membuat kebohongan yang lain. Dengan kata lain, ini adalah kebohongan yang tidak masuk akal. Seperti yang dilakukan Pinokio.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H