Mohon tunggu...
MPrayogi
MPrayogi Mohon Tunggu... Mahasiswa - saya mahasiswa di Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta dengan Prodi Hukum Ekonomi Syariah

Hobi saya yakni bermain game, karena tidak semua game bisa dikatakan negatif dari sisi pendidikan melainkan dari game ada sisi postifnya juga. Saya belajar banyak hal yakni cara berkerja sama dengan tim yang baik berkomunikasi, saling komitmen dan disiplin antara mengambil keputusan ataupun mengambil resiko.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

REVIEW JURNAL HUKUM DAGANG ; Proses Penyelesaian Sengketa Merek IKEA Secara Litigasi Dalam Perspektif Hukum Dagang

12 Desember 2024   02:55 Diperbarui: 12 Desember 2024   02:55 65
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

REVIEW JURNAL

Judul

Proses Penyelesaian Sengketa Merek IKEA Secara Litigasi Dalam Perspektif Hukum Dagang

Nama Jurnal

Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Volume & Halaman

Vol. 1, No. 2, Tahun 2022

Tahun

2022

Penulis

Rafi Oktario Mahdi, Ighna Ikrimah

Reviewer

Muhammad Prayogi

Tanggal Reviewer

11 Desember 2024

Link Jurnal

https://jurnal.anfa.co.id/index.php/civilia/article/view/140

HASIL REVIEW JURNAL

Latar Belakang

Perdagangan adalah salah satu pilar penting dalam upaya meningkatkan stabilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam praktiknya, aktivitas perdagangan sering menimbulkan sengketa karena kesalahpahaman, pelanggaran hak, atau upaya pihak tertentu untuk memperoleh keuntungan lebih besar. Sengketa merek dagang menjadi isu penting karena merek memiliki nilai strategis bagi produsen dan konsumen.

  • Produsen: Merek digunakan untuk membangun citra baik produk dan perusahaan.
  • Konsumen: Merek membantu mereka mengidentifikasi produk berkualitas.

Permasalahan merek dagang sering muncul ketika pihak lain menggunakan merek tanpa izin atau tidak mematuhi aturan pendaftaran, seperti yang terjadi dalam kasus IKEA di Indonesia.

Permasalahan

Sengketa dalam kasus ini muncul dari penggunaan merek IKEA oleh dua pihak:

  • Inter IKEA System B.V. (pemilik asli IKEA dari Swedia).
  • PT Ratania Khatulistiwa (pemegang merek IKEA di Indonesia berdasarkan Pasal 61 UU Merek).

Persoalan ini menyoroti:

  • Konflik kepemilikan merek akibat ketidakhadiran IKEA Swedia di pasar Indonesia selama tiga tahun.
  • Sengketa terkait penerapan aturan tentang "merek tidur" dalam Pasal 61 ayat (1) UU Merek.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam khususnya tentang Mengidentifikasi proses penyelesaian sengketa merek IKEA melalui jalur litigasi dan Menganalisis dampak dan kepastian hukum dari putusan yang dihasilkan.

Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, Data sekunder dikumpulkan dengan Artikel jurnal hukum, Dokumen hukum terkait dan Putusan pengadilan atas kasus sengketa IKEA.

Metode Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, bersifat Yuridis normatif. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif analitis berdasarkan kajian literatur. Teknik analisis menggunakan Kualitatif induktif, yang memfokuskan pada analisis hukum berdasarkan sumber-sumber tertulis. Kemudian Validasi Data Dilakukan melalui triangulasi metode.

Objek Penelitian

Objek Penelitian ini fokus pada kajian mengenai Kasus sengketa merek dagang IKEA di Indonesia, yang melibatkan Inter IKEA System B.V. (Swedia) dan PT Ratania Khatulistiwa (Indonesia). Dan kasus ini diselesaikan melalui mekanisme litigasi di pengadilan hingga ke tahap kasasi di Mahkamah Agung.

Hasil Penelitian

1. Proses Penyelesaian

  • Penyelesaian sengketa dilakukan melalui jalur litigasi, yaitu pengadilan.
  • PT Ratania Khatulistiwa memenangkan kasus ini berdasarkan Pasal 61 UU Merek, yang menyatakan bahwa merek dapat dihapus jika tidak digunakan selama tiga tahun berturut-turut

2. Kepastian Hukum

  • Putusan pengadilan memberikan kepastian hukum kepada PT Ratania Khatulistiwa sebagai pemilik sah merek IKEA di Indonesia untuk kategori tertentu.
  • Putusan pengadilan bersifat mengikat dan menjadi solusi akhir bagi pihak bersengketa.

3. Implikasi Kasus

  • IKEA Swedia dinilai tidak memenuhi syarat penggunaan merek selama tiga tahun di Indonesia, sehingga pendaftarannya dibatalkan.
  • PT Ratania mendaftarkan merek IKEA pada tahun 2013, dengan akronim baru yang berbeda dari konsep asli IKEA Swedia.

Kekurangan Penelitian

  • Pendekatan yuridis normatif kurang mencakup dampak sosial-ekonomi dari putusan ini terhadap konsumen atau industri ritel di Indonesia.
  • Proses litigasi dianggap kurang efisien karena memakan waktu lama dan biaya besar.

Kelebihan Penelitian

  • Tulisan sudah sesuai dengan EYD
  • Sudah dilengkapi dengan bahasa inggris yang bercetak miring
  • Tulisannya terstruktur, sehingga enak dibaca
  • Analisis permasalahan yang luas, termasuk dengan dampak pada perusahaan
  • Menggunakan dasar hukum dalam analisanya

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun