Mohon tunggu...
Prayitno Ramelan
Prayitno Ramelan Mohon Tunggu... Tentara - Pengamat Intelijen, Mantan Anggota Kelompok Ahli BNPT

Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana, "Old Soldier Never Die, they just fade away".. Pada usia senja, terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran sbg Indy blogger. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan Kompas Grasindo menjadi buku. Website lainnya: www.ramalanintelijen.net

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Membedah Jokowi dengan Pisau Intelijen

21 Juni 2022   15:26 Diperbarui: 21 Juni 2022   15:26 1391
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Memiliki pengetahuan sebagai pengusaha, serta sangat memercayai TNI dan Polri sebagai penjaga keamanan negara. Tidak mudah dipengaruhi oleh pembantunya.

Saat wawancara Eksklusif Merajut Kembali Persatuan Bangsa, Jokowi menyebut kepada Retno Pinasti yang mewawancarai, tentang falsafah Jawa sebagai pegangan hidupnya, "Lamun Siro Sekti Ojo Mateni, Lamun Siro banter, Ojo Ndhisiki dan Lamun Siro Pinter, Ojo Minteri". 

Pemahaman falsafah serta kepercayaan Jawa lain seperti neptu jarang difahami penulis non Jawa, tetapi besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan pemimpin Jawa. 

Dari sisi psikologi politik, pada awalnya di level kepemimpinan Pemerintah Daerah, Jokowi menerapkan sense of politics ala wong cilik, bertahap dan terstruktur kegiatan turun ke bawah, meninjau masyarakat hingga bersedia masuk ke got sangat besar nilainya bagi publik yang sebelumnya tersekat oleh birokrasi.

Kesan ini melekat di publik menjadikannya bagian dari rakyat yang sedang berjuang untuk maju. Jokowi sangat faham bahwa politik itu kotor, penuh intrik, pragmatis dan lebih memikirkan kelompoknya.

Pada Pilpres 2019 yang bergemuruh melawan Prabowo tokoh militer mantan pasukan khusus, strategi low profile Jokowi tetap memikat konstituen dan mampu menaklukan kegarangan taktik lawan politiknya itu. 

Prabowo mantan pesaingnya saat pilpres 2019 diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Sandiaga Uno menjadi Menteri Pariwisata. Ini strategi dan perhitungan yang luarbiasa di luar estimasi secara umum.

Dia meyakini Indonesia akan maju apabila sumber daya manusia ditingkatkan, dibangun infrastruktur, tol laut, dan penyederhanaan perijinan dan menuju era energi baru. Karena itu akan lebih mempercepat berkembangnya perekonomian daerah dan mengundang datangnya investor. 

Ada sesuatu yang ditunjukkan dan dibuktikannya. Kita akan terkejut melihat jembatan hebat, jalan tol di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Bahkan Papua, banyak yang heran, tetapi itu akan membuat Papua bangkit pada masa depan. Jabotabek dibenahi transportasi umum serta jalan tol.

Hanya seorang visioner yang dapat membuat prediksi masa depan, walau ada yang menilai orang kurang bermanfaat. Dia jelas dimusuhi kakerlak yang selama ini menikmati posisi dan gurihnya jabatan basah, tapi dia berani.

Nah, kini pria sederhana itu ternyata mampu berselancar di buih ombak politik dalam dan luar negeri. Mereka yang jago-jago perang menjadi bagian dari strategi besarnya, lawan beratnya dinetralisir dengan kecerdasan, kecerdikan dan keputusan di luar dugaan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun