"I Love you, Neng Geulis," sapa seorang lelaki, membalas sapaan sayang dari seorang gadis cantik dalam sebuah video Youtube. Lagu "Bunda" yang didendangkan oleh mereka berdua dalam video Youtube, ternyata menunjukkan betapa mesranya hubungan antara Wewey Wita dan Denny Aprisani.
Dari suara emas Wewey tersebut, bakalan tak mengira akan adanya energi yang luar biasa dari kedua kakinya. Bagi masyarakat awam yang tak familiar, akan mengira Wewey adalah seorang gadis cantik biasa dalam era Kids Zaman Now. Malah mungkin banyak yang mengira Wewey berprofesi sebagai fotomodel.Â
Pasti banyak yang akan geleng-geleng kepala, ketika mengetahui Wewey Wita adalah seorang atlet pencak silat nasional Indonesia. Mojang blasteran Tionghoa (Singapore) - Sunda kelahiran Tangerang 13 Februari 1993 lalu ini, memiliki nama asli Yeo Chuwey. Wewey yang merupakan panggilan akrabnya, memang memperlihatkan bakat lain berupa olah suara merdunya melalui unggahan video klip di Youtube.Â
Lahir dari seorang ayah asal Singapura dan ibu asal Sunda Indonesia, Wewey memiliki warisan wajah orientalis dari sang ayah yang seorang pebisnis di bidang perkayuan. Kedua orangtua pada awalnya menginginkan Wewey aktif di bidang modelling, dan tak menyetujui anaknya menjadi pesilat.Â
Kegiatan ekstrakurikuler berbau olahraga di Sekolah Dasar, telah diikuti Wewey antara lain renang, basket, karate, hingga silat. Wewey sendiri akhirnya sangat cocok dengan silat dan menekuninya hingga kini. Kebutuhan akan perlindungan diri sendiri dan tak ada niatan menjadi atlet, yang menjadi alasan utama Wewey untuk menekuni bela diri. Berkat kenyamanan berlatih silat, Wewey diam-diam terus gigih mendalami silat hingga pada akhirnya sang orangtua merestui pilihannya. Â
Keluarga Wewey pernah sempat mengalami masa-masa sulit akibat kebangkrutan usaha sang ayah saat dirinya duduk di bangku SMP. Untunglah saat itu Wewey telah bernaung dalam Pusat Pendidikan & Latihan Pelajar (PPLP) di Bandung, sehingga kebutuhan hidup dan biaya pendidikan telah ditanggung oleh pemerintah daerah.Â
Salah satu kenangan buruk adalah kegelapan di rumah, dengan sempat dicabutnya aliran listrik rumah akibat tunggakan yang tak terbayar. Beruntunglah kini Wewey telah mempersembahkan sebuah rumah (yang tak mewah namun teraliri listrik), yang berasal dari bonus prestasi medali emas SEA Games 2017. Raihan mentereng prestasi mendunia lainnya adalah saat Wewey menjadi kampiun Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2012 dan 2015.
Medali emas SEA Games 2017 di Malaysia yang diraih pada 29 Agustus 2017, ternyata telah berulang kembali persis setahun kemudian (saat ini) di Asian Games (AG) 2018 di Jakarta. Pada tanggal 29 Agustus 2018 kemarin di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta Timur, Wewey kembali ke partai puncak Final Kelas B 50-55 kg dan berhadapan kembali dengan Tran Thi Them asal Vietnam.Â
Pesilat tangguh Vietnam tersebut gagal melakukan revans atas kekalahannya (1-4) di SEA Games 2017 lalu. Wewey kali ini menekuknya dengan skor 5-0. Medali emas pamungkas ke-14 dari Pencak Silat ini, merupakan persembahan medali emas yang ke-30 bagi Indonesia dari Wewey.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H