oh iya Kopi yg kusisakan untuk hidnagan terakhir, dengan terdiri dari 3 gradasi warna yaitu hitam cream serta hijau dilapisan paling bawah membuat kopi tersebut mempunyai penampakan yang menggoda selera, dan benar begitu di aduk secara merata ketiga warna tersebut bercampur dengan indah nya , sedikit seduh saja langsung membuktikan bahwa pengalaman dari 1923 bukan lah sesuatu yang mudah di raih. skor 10/10 untuk kopi tersebut.Â
Setelah perut penuh di isi oleh iga bakar dan dahaga di isi oleh 3 warna kopi, saat nya kembali ke hotel untuk bersiap pulang ke Batam keesokkan hari nya.Â
 Jejak Bandung Batam yang melintasi gunung, kota, laut dan udara
Moda awal yang saya gunakan adalah menggunakan kereta Api. Berangkat dari stasiun kota Bandung sambil menunggu waktu keberangkatan di sela waktu tersebut saya menulis untuk salah satu artikel kompasiana. Dalam perjalanan kereta api ini menjadi perjalanan pertama saya setelah hampir 10 thun lebih. Seingat saya dulu pernah mencoba kereta malam dri Solo ke Jakarta (berikut tulisannya : Pulang Kampung Versi Zaman Now)
Nah perbedaanya, perjalanan kali ini dari Bandung ke Jakarta di tempuh mulai pagi hari sehingga dapat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan
Ada beberapa spot photo yg bagus yaitu ada nya pemandangan pegunungan terus juga ada nya terowongan yang di dirikan dari jaman kolonial Belanda dan terakhir kereta api melintasi sungai yang berair jernih.
Setiba di Jakarta bertemu dgn seorang teman kami menikmati hidangan di Sarinah City yaitu restoran Dewata. Ada hidangan ikan bakar di di tambah kopi Bali yg khas. tanpa berlama-lama di karenakan waktu terus berlalu, saya permisi sama teman utk naik kereta listrik Setelah puas saya mencoba mode transportasi kereta api listrik Jakarta menuju ke bandara SOETTA. Tepat waktu dan sama seperti percobaan saya di beberapa tahun.
Alhamdulillah setiba di stasiun kereta bandara langsung di arahkan kereta bandara yg link atau terkoneksi dgn bandara SOETTA. Sangat memudahkan..
"Singkat cerita saya tiba di batam hampir jam 11 malam" . Begitu banyak kenangan tertinggal di Bandung. semoga bisa mengunjungi kota hujan tersebut kembali di suuatu hari nanti.