Harapan tinggi bagi generasi muda pasca pandemi adalah munculnya generasi muda yang tangguh dan adaptif. Memang terdapat dinamika yang sungguh menantang dan itu harus dihadapi. Pandemi kali ini bagaikan kawah candradimuka untuk menempa diri. Tidak hanya kesabaran namun juga kreativitas peserta didik. Peserta didik diharapkan adaptif dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).Â
Namun tidak hanya pembelajaran normal saja yang dirindukan. Peserta didik pastinya sangat merindukan pula kegiatan lainnya seperti kegiatan ekstrakurikuler dan juga kegiatan berorganisasi di sekolah. Lalu tak ayal pula bahwasannya peserta didik sangat merindukan untuk dapat berkompetisi seperi sebelum pandemi. Mulai lomba Kompetisi Sains Nasional (KSN), Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan juga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Event lomba tersebut bagi peserta didik dan mahasiswa merupakan yang bergengsi dan sangat dinantikan, mengingat poin yang didapat sangatlah tinggi sehingga peserta didik ataupun mahasiswa berupaya mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk dapat berkompetisi dalam ajang tersebut.
Bukan masalah menang atau kalah namun yang utama adalah tentang bagaimana mengaktualisasi diri. Wadah yang tepat untuk menguji seberapa jauh kompetensi dan yang tak kalah penting adalah menjalin silaturahim seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. Betapa asyiknya jika dapat berkumpul dan berkompetisi bersama secara langsung. Pasti akan sangat meriah, melihat warna-warni Indonesia dengan keistimewaan yang khas. Namun itu dulu, saat ini semua ajang tersebut diskemakan sedemikian rupa dan dilaksanakan secara virtual. Tak mengapa demi menjaga generasi emas Indonesia.
Kendati demikian, semangat peserta didik dan mahasiswa Indonesai rasanya tak luntur sedikitpun. Terbukti semangat berpartisipasi dan berkompetisi cukup terbilang tinggi meski harus dilakukan secara terbatas dan mengedepankan protokel kesehatan secara ketat. Itu beberapa ajang yang diselenggarakan oleh pemerintah yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia. Lalu masih banyak pula event-event yang bergengsi lainnya yang diselenggarakan oleh banyak pihak sehingga mampu memantik peserta didik untuk dapat terus bergerak pada trek yang positif demi meraih prestasi yang membanggakan.Â
Kunjungi Laman Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) KemdikbudÂ
Pada laman tersebut semua informasi tentang kegiatan kompetisi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud ada di dalamnya. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMA hingga Perguruan Tinggi terfasilitasi dengan baik. Kompetisi yang diselenggarakan meliputi sains, olahraga, dan seni. Semua lomba yang diselenggarakan dilaksanakan secara virtual demi mengutamakan kesehatan dan keselamat jiwa peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat. Hal adaptif ini patut diacungi jempol karena nyatanya pemerintah sangat peduli dan berkomitmen untuk menjaga generasi emasnya di tengah masa sulit pandemi seperti ini.Â
Kompetisi MenulisÂ
Banyak sekali kompetisi menulis yang diselenggarakan di tengah pandemi. Tidak hanya sekedar untuk mengisi kekosongan namun lebih dari itu untuk menjaga keberlangsungan pendidikan dan juga generasi emas Indonesia. Sebagai contoh kompasiana yang sangat peka dan tanggap melihat kondisi pendidikan terkini. Kompasiana memfasilitasi kegiatan pembelajaran daring bagi peserta didik, mahasiswa, guru, dan dosen. Guru dan dosen dapat menyampaikan bahan ajar melalui kompasiana lalu mahasiswa pun dapat mengirim tugas pula. Hal ini sangat baik untuk meningkatkan hasrat literasi dan kompetensi menulis. Kompasiana pun selalu menyediakan reward sebagai bentuk apresiasi, hal ini menjadi magnet dan daya tarik tersendiri bagi peserta didik, mahasiswa, guru, dan dosen.
Lomba Menyanyi dan Mencipta LaguÂ
Selain FLS2N terkait lomba dalam lingkup seni, banyak juga organisasi atau komunitas yang menyelenggarakan lomba seni. Bisa cek akun instagram maka dengan mudah akan menemukan ajang-ajang lomba terkait seni. Ada lomba menyanyi, cover lagu, bahkan mencipta lagu. Sangat disayangkan jika tidak menggunakan kesempatan itu mengingat hadiah yang ditawarkan cukup menarik. Selain itu yang utama adalah bakat terus terasah dan teruji.
Banyaknya perlombaan atau kompetisi yang diselenggarakan baik oleh pemerintah ataupun organisasi dan komunitas secara virtual hal tersebut cukup membawa dampak positif bagi peserta didik dan mahasiswa. Setidaknya di sela-sela kekosongan dan kerinduan dapat belajar di sekolah atau kampus secara langsung serta kerinduan untuk mengikuti lomba dan kompetisi dapat terobati. Wadah yang tepat untuk aktualisasi diri, meningkatkan kompetensi, dan yang utama adalah untuk silaturahim dari seluruh penjuru negeri. (prp)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H