Keenam, hutan hujan tropis memiliki kekayaan keanekaragaman hayati berupa tumbuhan dan hewan yang bisa dijadikan sebagai perpustakaan alam serta dapat digunakan sebagai media pembelajaran/ilmu pengetahuan. Selain juga tumbuh-tumbuhan di hutan memiliki manfaat salah satunya adalah tanaman obat (tanaman herbal). Sedangkan satwa yang ada di hutan sebagai salah satu fungsinya sebagai penyebar biji yang mana hutan bisa terus berlanjut karena satwa. Orangutan, enggang, kelasi, kelempiau dan jenis burung lainnya merupakan petani hutan yang dapat merawat dan menanam kembali hutan secara langsung atau pun tak langsung dari buah-buahan hutan yang mereka makan.
Ketujuh, Hilangnya hutan berarti memutus mata rantai kehidupan makhluk hidup. Jika hutan hilang (habis) maka salah satu atau banyak diantara makhluk hidup lainnya tidak bisa bertahan atau bahkan bisa punah. Hal lainnya apabila hutan hilang lenyap maka dampak sebab akibat seperti banjir, tanah longsor akan terjadi.
Sebagai pengingat, satu kesatuan makhluk hidup dan tidak terkecuali hutan sejatinya harus tetap ada hingga selamanya. Peran serta dari semua pihak berperilaku bijaksana terhadap semua makhluk hidup sudah barang tentu sangat diperlukan. Saat ini, hutan Indonesia menjadi tugas semua dan bersama pula untuk menjaga, menyelamatkan dan melestarikannya. Mengingat, hutan tempat kita berpijak ini pula maka kita pun menerima secara gratis manfaatnya secara langsung atau pun tak langsung. Sebaliknya jika hutan sebagai sumber nafas kehidupan hilang lenyap maka kita semua akan menerima dampak langsungnya. Ayo lestarikan hutan kita, karena ia adalah nafas hidup yang tak boleh hilang. Semoga saja hutan sebagai nafas bisa lestari hingga selama-lamanya, amin...
Petrus Kanisius-Yayasan Palung
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI