Mohon tunggu...
Pirlo Luron
Pirlo Luron Mohon Tunggu... Penulis - Kuli Tinta

Menolak Lupa

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Nikmati Proses

17 Januari 2025   05:52 Diperbarui: 17 Januari 2025   05:52 43
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Satu persatu manusia pasti menginginkan sukses di dalam hidupnya. Entah sukses di dalam karier, sukses dalam pendidikan, pekerjaan, jodoh dan sukses dunia akhirat. Lalu? Apa arti sebuah kesuksesan? Saya mengutip arti sukses menurut salah satu para ahli dan tokoh dunia yaitu sukses adalah keinginan untuk menjalani hidup & sesuai dengan keinginan anda, melakukan apa yang ingin anda nikmati, di keliling keluarga,teman dan orang yang ada hormati. 

Jadi sukses tidak hanya untuk diri sendiri akan tetapi akan lebih bermanfaat untuk orang lain, keinginan apa yang ingin dicapai cita-cita tinggi yang akan mengantar kita ke depan pintu gerbang kesuksesan. Seperti pepatah "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian". Pepatah tersebut menggambarkan kesuksesan itu tidak instan akan tetapi melalui lika liku perjalanan yang panjang.

Sukses bagi saya yang paling penting adalah bisa meraih apa yang kita inginkan dengan usaha kita sendiri, perjuangan serta kekuatan doa,seperti pengalaman-pengalaman saya, bagi saya setiap perjalanan saya yang itu membuat orang tua saya bahagia itu adalah bagian dari kesuksesan dari saya. Tidak harus mengikuti pertandingan agar mendapat senyum dari orang tua. 

Saya tekun belajar , niat yang tinggi untuk kuliah, mendapatkan nilai yang bagus dan IPK yang baik dengan usaha saya sendiri itu sudah membuat satu senyuman dari orang tua saya. Dari situlah saya terus berusaha dan berjuang untuk bisa mendapatkan senyum berlipat dari orang tua saya. Bicara soal diri saya, saya sekarang duduk di bangku Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka di Larantuka(Waibalun) mengambil jurusan pendidikan Ekonomi yang kelak bisa menjadi seorang guru atau pendidik.

Menjadi pendidik adalah salah satu impian dari hitungan impian saya yang lainya. Seorang guru harus di latih sejak dini untuk bagaimana strategi dan metode dalam pengajaran. melihat situasi pendidikan sekarang yang belum mencapai tingkat optimal, saya bertekad menjadi seorang patriot pahlawan bangsa yang ingin mencerdaskan anak bangsa, memberikan motivasi dan kekuatan mental yang agamais untuk anak bangsa agar kelak bisa membangun lewotanah yang lebih maju dan pendidikannya yang sejahtera.

Menjadi calon pendidik itu tidak mudah, tidak semua orang bisa menjadi pendidik, karena pendidik itu adalah orang yang terpilih yang sangat menguasai banyak ilmu. Banyak sekali motivasi yang datang menghampiri saya yang itu membuat saya semakin teguh dalam pendirian saya untuk bisa menjadi seorang calon pendidik. Motivasi yang paling penting adalah keluarga saya, orang yang di sekeliling saya dan sahabat-sahabat saya serta pacarku berinisial EW. Mereka lah yang selalu mendukung saya memberikan saya semangat di saat saya mengeluh. 

Bicara tentang perjuangan ya, saya berjuang dalam meraih cita-cita. Apapun keinginan saya akan saya raih walaupun itu dapat menguras tenaga saya. Saya bukan terlahir dari keluarga yang kaya raya, akan tetapi saya di dilahirkan dari keluarga yang sederhana dan berkecukupan namun saya tidak mau bergantung dengan orang tua saya, saya sudah menginjak dewasa harus selalu bisa mengetahui kondisi dan situasi. Saya tidak pernah memaksakan minta sesuatu kepada orang tua yang harus dituruti tapi, saya harus berjuang demi menikmati proses.

pekerjaan saya adalah Ojek dan Menulis. Saya suka Ojek dan Menulis semenjak saya tamat dari SMAK St. Darius Larantuka. Dari situlah saya hobby sekali menulis walaupun tulisan saya belum sempurna bagi pembaca. Sudah 2tahun saya menulis.

Seperti kata pepatah  "jika engkau bukan anak raja,dan engkaulah bukan anak ulama besar,maka jadilah penulis hebat" . kesuksesan tiada yang  instan, tiada yang berhasil tanpa ada perjuangan. Tanpa melalui jalan yang berliku, tanpa melalui pengalaman-pengalaman walau itu pahit. Kunci yang pertama adalah selalu mengingat pesan Orang Tua dan lewotanah selalu bersyukur atas nikmatnya. Terus belajar berjuang yang pasti nya rencana Tuhan itu lebih indah dari rencana kita.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun