Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Turkmenistan dengan skor akhir 2-0 pada laga kualifikasi piala asia u-23 yang berlangsung pada Selasa 12 september 2023 di Manahan Solo. Hasil ini sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi Indonesia, Dengan capaian ini Indonesia untuk pertama kalinya lolos di ajang piala asia u-23.
Semua pemain tampil all out pada laga kualifikasi ini. Lini belakang, tengah, dan depan nyaris bermain tanpa cela. Chemistry antar pemain pun sudah terbentuk sangat baik. Kiranya, hanya hal-hal kecil saja yang harus diperbaiki oleh coach STY dan tim. Namun, ada satu pemain yang mencuri perhatian pada laga melawan Turkmenistan semalam. Sosok itu adalah gelandang keturunan berdarah Belanda -- Indonesia, Ivar Jenner. Kemampuan olah bola, ketenangan, kecerdasan bermain, dan passing visioner nya memincut perhatian para supporter timnas Indonesia.
Lantas, siapakah sebenarnya Ivar jenner?
Profil Singkat Ivar Jenner
Ivar Jenner lahir pada 10 Januari 2004 dan besar di Utrecht Belanda. Ivar adalah pemain sepakbola berdarah Indonesia-Belanda. Dilansir dalam sebuah wawancara ia mengatakan, "Ibu dari ayah saya atau nenek saya lahir di Jawa (Jember). Jadi ayah saya setengah Indonesia dan saya seperempat Indonesia. Orang tua ibuku berasal dari Belanda. Jadi sisi Belanda saya berasal dari ibu saya"
Perjalanan Karier
Pemain bertinggi badan 1,86 m ini mengawali karir di IJsselstein yang berbasis di akademi IJFC dan Ajax pada tahun 2010-2014. Kemudian, ia pindah ke Utrecht pada tahun 2016 dan menandatangani kontraknya sebagai pemain profesional pertamanya pada tahun 2021. Dilansir Wikipedia , Ivar resmi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada mei 2023.
Gaya Main
Ivar Jenner tampil pada 2 laga kualifikasi piala asia timnas Indonesia saat menjamu China Taipei dan juga Turkmenistan. Pada 2 laga tersebut pula ia berhasil membius para penonton dengan kepiawaian nya mengatur lini tengah Indonesia.
Gaya main nya mengingatkan kita pada dua sosok pesepakbola tersohor di eropa sana. Kedua sosok itu adalah Toni Kroos dan Sergio Busquets. Mengapa?
Umpan yang visioner, ketenangan bermain, scanning yang baik saat bertanding adalah beberapa aspek yang dimiliki oleh Ivar yang mengingatkan kita kepada seorang Toni Kroos. Kemudian, kemampuan interception yang baik dikombinasikan dengan positioning yang tepat adalah ciri khas busquets yang bisa kita temukan pada diri seorang Ivar Jenner. Sejalan dengan posisi yang ia mainkan di Timnas Indonesia sebagai gelandang bertahan membuat poin poin di atas tadi sekiranya tak berlebihan.
Gelandang bertahan dituntut untuk bisa memberikan passing-passing visioner ke jantung pertahanan lawan dan juga diharuskan bisa menjadi orang pertama yang memutus serangan lawan. Ini adalah bukti bahwa pemain dengan role gelandang bertahan harus menyelaraskan kemampuan otot dan otak sama baiknya. Dan itu dimiliki oleh Ivar Jenner.
Gelandang Masa Depan Timnas Indonesia
Ivar seolah menjadi kepingan puzzle yang kembali ditemukan di lini tengah Indonesia. Dia sukses berperan sebagai jenderal lapangan tengah Indonesia dan membuat lini tengah Indonesia kembali hidup dengan umpan-umpan cerdas nya. Dalam beberapa tahun terakhir, Timnas kita kehilangan dengan pemain berkarakter Deep lying playmaker seperti ini. terakhir kali timnas Indonesia memiliki pemain seperti ini adalah pada diri Evan Dimas. Mundur jauh kebelakang, ada sosok firman utina.
Untuk evan dimas sendiri, sempat ada harapan setinggi langit yang ditaruh masyarakat Indonesia pada dirinya. Terlebih saat ia bisa membawa Timnas u-19 juara piala aff pada 2013 lalu. Namun, terlalu terlena pada zona nyaman membuat karirnya terus terjun bebas. Ditambah lagi dengan cedera yang beberapa kali menerpa dirinya makin membuat situasi semakin runyam. Digadang gadang sebagai penerus firman utina namun nyatanya tak berjalan sesuai harapan.
Kini asa itu muncul kembali di sosok Ivar Jenner. Kemampuan sebagai jenderal lapangan tengah dipadukan dengan skill yang mumpuni yang telah ia buktikan kepada masyarakat Indonesia adalah sebuah jaminan. Setidaknya, regenerasi skuad senior timnas Indonesia akan berjalan mulus, terutama pada sektor gelandang. Gelandang bertahan Indonesia saat ini diisi oleh Marc Klok yang sudah berusia 30 tahun. Nampaknya, tak butuh waktu lama bagi Ivar Jenner untuk bisa menggeser posisi Marc Klok asalkan ia tetap fokus dan konsisten pada jalurnya. Layak ditunggu perkembangan lebih lanjut dari seorang Ivar Jenner.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H