Mohon tunggu...
Piere Bremana
Piere Bremana Mohon Tunggu... Foto/Videografer - mahasiswa

saya adalah seorang mahasiswa yang memliki karateristik yang rasa ingin tau tinggi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Analisis Penangan Perubahan Iklim dan Dampaknya terhadap Lingkungan

18 Juli 2024   19:56 Diperbarui: 18 Juli 2024   20:24 9
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Masyarakat, bisnis, dan organisasi dapat mengatasi dampak perubahan iklim dengan beradaptasi dan membangun ketahanan terhadap perubahan iklim. Tindakan untuk mengurangi aktivitas yang menyebabkan perubahan iklim disebut mitigasi. Pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan, dan peternakan adalah semua kegiatan yang meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. Untuk mengurangi emisi GRK atau menghapusnya dari atmosfer melalui penanaman hutan atau penyimpanan karbon di bawah dan di dalam tanah, misalnya, individu dan organisasi dapat mengurangi perubahan iklim.

dan Adaptasi dapat terjadi sebelum atau sebagai respons terhadap peristiwa tertentu; ini juga dikenal sebagai tindakan yang diambil untuk mengatasi tantangan baru atau perubahan lingkungan dan mengurangi kerentanan sistem manusia terhadap dampak perubahan iklim. Ini termasuk perubahan melalui perencanaan iklim dan juga reaksi independen dari individu dan badan publik. Tindakan berikut diperlukan untuk membantu respon adaptasi:,Upaya untuk memantau dan mengkomunikasikan tentang iklim. Hal ini penting untuk meyakinkan pelaku ekonomi bahwa prediksi perubahan iklim adalah nyata dan bahwa tindakan antisipasi diperlukan.,

Kebijakan yang mendukung penelitian, industri, jaringan regional, analisis sistem, dan kapasitas penyuluhan. Hal ini diperlukan bagi manajer pengambil keputusan untuk memiliki pemahaman serta kemampuan strategis dan teknis untuk melindungi bisnis mereka,Investasi dalam strategi teknis atau manajemen baru. Ini diperlukan untuk memungkinkan pilihan teknis yang diperlukan untuk menanggapi perubahan jika pilihan teknis saat ini tidak mencukupi. Ini termasuk peningkatan pertanian plasma nutfah, penghijauan, peternakan, perikanan, dan perikanan,Pelatihan untuk posisi baru yang berhubungan dengan penggunaan.

  • Di Desa Tanduk Benua, berbagai dampak perubahan iklim telah teridentifikasi melalui studi lapangan, termasuk:

  • Perubahan Pola Curah Hujan
  •             Fluktuasi curah hujan yang tidak stabil dapat menyebabkan periode kekeringan yang panjang diikuti oleh hujan intensitas tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan masalah serius seperti kekeringan yang merusak pertanian dan sumber daya air, serta banjir yang cepat dan tanah longsor saat hujan intensitas tinggi terjadi. Ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat dan stabilitas ekonomi.

  • Kenaikan Suhu
  •             Peningkatan suhu rata-rata memiliki dampak yang luas, termasuk terganggunya keseimbangan ekosistem lokal. Perubahan suhu dapat mempengaruhi kehidupan tanaman, hewan, dan organisme lainnya yang bergantung pada iklim setempat. Misalnya, spesies tertentu mungkin terancam punah karena tidak dapat menyesuaikan diri dengan suhu yang lebih tinggi.
  • Kerentanan terhadap Bencana

  •             Meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana alam seperti banjir dan tanah longsor disebabkan oleh curah hujan ekstrem. Hal ini dapat mengancam infrastruktur, pemukiman penduduk, dan keselamatan manusia secara keseluruhan. Tingkat kerentanan terhadap bencana alam juga dapat meningkat karena kondisi tanah yang longgar akibat curah hujan yang tidak terduga.

  • Kesehatan Masyarakat
  •             Perubahan lingkungan dan iklim dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Contohnya adalah peningkatan jumlah vektor penyakit seperti nyamuk atau tikus akibat perubahan suhu dan pola curah hujan. Hal ini dapat mengakibatkan penyebaran penyakit menular seperti malaria atau demam dengue, yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
  • Secara keseluruhan, perubahan iklim membawa dampak yang kompleks dan serius bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Upaya mitigasi dan adaptasi yang efektif sangat penting untuk mengurangi risiko dan mempersiapkan masyarakat menghadapi tantangan ini di masa depan.

  • Upaya Mitigasi
  •             Upaya mitigasi perubahan iklim yang Anda sebutkan memang memiliki peran yang penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan meminimalkan dampak negatifnya. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai setiap upaya tersebut:
  • Penggunaan Energi Terbarukan
  •             Menggantikan sumber energi fosil dengan energi terbarukan seperti panel surya dan turbin angin merupakan langkah kunci dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor energi. Energi terbarukan tidak hanya bersih (tidak menghasilkan emisi langsung saat digunakan), tetapi juga berkelanjutan karena menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.
  • Pengelolaan Hutan
  •             Praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan, seperti penghutanan yang seimbang dan restorasi hutan, dapat membantu dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Hutan yang sehat dan terjaga berfungsi sebagai penyerap karbon alami, yang membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
  • Promosi Pertanian Berkelanjutan
  •             Penggunaan teknik pertanian organik dan praktik berkelanjutan tidak hanya membantu dalam mengurangi jejak karbon dari sektor pertanian (misalnya, dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis), tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan. Pertanian berkelanjutan mendorong praktik yang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien dalam pemanfaatan sumber daya alam.

  • Upaya-upaya ini tidak hanya berfokus pada mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan. Langkah-langkah ini perlu didukung oleh kebijakan yang memadai, investasi dalam teknologi hijau, dan kesadaran masyarakat yang meningkat mengenai pentingnya perlindungan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

  • Adaptasi dan Ketahanan Lingkungan
  •             Adaptasi perubahan iklim adalah strategi untuk membangun ketahanan terhadap dampak yang sudah terjadi atau yang diperkirakan akan terjadi akibat perubahan iklim. Berikut adalah beberapa contoh adaptasi dan ketahanan lingkungan yang penting:

  • Infrastruktur Adaptasi
  •             Pembangunan infrastruktur yang dirancang untuk menanggulangi dampak bencana seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Contohnya termasuk pembangunan tanggul banjir yang kuat, sistem drainase yang efisien, dan bangunan yang dirancang untuk tahan gempa. Infrastruktur ini membantu melindungi pemukiman penduduk, aset vital, dan infrastruktur ekonomi dari risiko bencana yang meningkat akibat perubahan iklim.

  • Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat
  •             Program edukasi dan kampanye kesadaran untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perubahan iklim, dampaknya, serta langkah-langkah adaptasi yang dapat diambil. Hal ini termasuk mengajarkan praktik-praktik ramah lingkungan seperti penghematan energi, pengurangan limbah, dan penggunaan air yang bijaksana. Kesadaran masyarakat yang tinggi penting untuk mendukung implementasi kebijakan dan praktik adaptasi yang efektif.

  • Pengembangan Kapasitas Lokal
  •             Pelatihan dan pengembangan kapasitas untuk memperkuat kemampuan masyarakat lokal dalam menghadapi perubahan iklim. Ini mencakup pelatihan dalam manajemen bencana, teknik pertanian yang tahan iklim, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan meningkatkan kapasitas lokal, masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, termasuk mengelola risiko bencana alam yang lebih sering terjadi.

  • Adaptasi dan ketahanan lingkungan membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi. Keterlibatan semua pihak ini penting untuk menciptakan strategi yang efektif dalam menghadapi kompleksitas perubahan iklim yang terus berkembang.

  • Tantangan dan Solusi Lokal
  •             Di Desa Tanduk Benua, tantangan dalam menghadapi perubahan iklim seperti keterbatasan sumber daya dan akses terhadap teknologi hijau dapat diatasi dengan solusi lokal yang melibatkan kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta. Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat dipertimbangkan:

  • Kebijakan Publik
  •             Pengembangan kebijakan yang mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sangat penting. Pemerintah daerah dapat merancang kebijakan yang mendorong penggunaan energi terbarukan, praktik pertanian berkelanjutan, dan pembangunan infrastruktur tahan bencana. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan dalam setiap aspek pembangunan lokal, seperti perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam.

  • Partisipasi Masyarakat
  •             Inisiatif partisipatif memungkinkan masyarakat lokal untuk terlibat aktif dalam menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan potensi yang dimiliki. Hal ini dapat mencakup pengumpulan data lokal mengenai kondisi lingkungan, dampak perubahan iklim, serta kesiapan dan kapasitas lokal dalam menghadapi bencana. Data ini penting untuk merancang kebijakan yang berbasis bukti dan solusi yang berkelanjutan.

  • Kolaborasi antara Pemerintah, Masyarakat, dan Sektor Swasta
  •             Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta dapat menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan efektif. Pemerintah dapat memfasilitasi kerja sama ini melalui pembentukan forum dialog multi-pihak, seperti dewan perubahan iklim lokal atau kelompok kerja untuk pembangunan berkelanjutan. Sebagai contoh, sektor swasta dapat membantu dalam penyediaan teknologi hijau dan investasi dalam proyek-proyek infrastruktur yang ramah lingkungan.

  • Melalui pendekatan ini, Desa Tanduk Benua dapat membangun ketahanan terhadap perubahan iklim dengan cara yang berkelanjutan dan inklusif. Kolaborasi aktif antara berbagai pihak akan memungkinkan implementasi solusi yang sesuai dengan konteks lokal dan mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

  •     Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak perubahan iklim dan upaya mitigasi serta adaptasi yang relevan di Desa Tanduk Benua. Berdasarkan hasil analisis dan temuan yang diperoleh, dapat diambil kesimpulan bahwa dampak perubahan iklim, desa tanduk benua menghadapi tantangan serius terkait perubahan iklim, termasuk fluktuasi pola curah hujan yang tidak stabil dan peningkatan suhu yang mempengaruhi ekosistem lokal serta kesehatan masyarakat. 

  • Upaya mitigasi, langkah-langkah mitigasi seperti penggunaan energi terbarukan, pengelolaan hutan yang berkelanjutan, dan promosi pertanian berkelanjutan telah diidentifikasi sebagai strategi efektif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mempertahankan keseimbangan ekosistem. Adaptasi dan ketahanan, adopsi infrastruktur adaptasi, pendidikan masyarakat, dan pengembangan kapasitas lokal merupakan langkah penting dalam membangun ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, seperti bencana alam yang semakin sering terjadi. Kesimpulan ini menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan yang memerlukan respons yang komprehensif dan kolaboratif dari semua pihak terkait di Desa Tanduk Benua.

  • Berdasarkan kesimpulan di atas, beberapa saran dan harapan dapat diajukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang lebih efektif dalam menanggapi perubahan iklim di tingkat lokal:

  • Perluasan Kebijakan Publik
  • Pemerintah daerah diharapkan untuk mengembangkan kebijakan yang lebih progresif dan inklusif dalam mendukung inisiatif mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ini termasuk incentivisasi untuk teknologi hijau, perlindungan hutan, dan pemulihan ekosistem terdegradasi.

  • Penguatan Partisipasi Masyarakat
  • Melalui pendekatan partisipatif, diharapkan masyarakat Desa Tanduk Benua dapat lebih terlibat dalam merancang dan melaksanakan program-program adaptasi yang relevan dengan kebutuhan lokal dan potensi yang dimiliki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun