Mohon tunggu...
Yudha Adi Putra
Yudha Adi Putra Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Tidak Pernah Mati

Penulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Omah Belut

1 Januari 2023   18:45 Diperbarui: 1 Januari 2023   18:46 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Omah Belut

Yudha Adi Putra

01/01/2023

18:35

Sudah melewati waktu

Berjalan dengan kebimbangan

Tak disangka, penikmat tetap meratap pada setiap pertemuan

Kemana ? Langkah dalam tawa selanjutnya ? Serupa kesunyian

Ia menjelma bentuk rasa

Kelak akan menjadi kesakitan

Ia selaksa rembulan tersenyum

Pucat karena lapar

Terdampar pada pilihan yang semu

Kecupan dan kecapan harapan tetap diusahakan

Seperti kata selanjutnya, bolehkan menjelma jadi harapan ?

Pada setiap pertemuan

Jeda memerlukan harapan

Kelak bernada mirip

Semoga saja, ia menjadi rumah dan ramah

Omah Belut, dalam suapan mangut lele terakhir

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun