aku rindu seraut wajah
dalam kilau perantauan
pada tiap detik yang ia tinggalkan
dan tiap menit dimana kita mulai
dipisahkan
aku rindu seraut wajah
yang menahan senyum tangis di rantai waktu
pada degup jantung yang terurai lelah dan cerita lama yang menerawang memori
di tiap helai kelopak mawar yang kering termakan hari
di setiap lembar kilau senyum jingga mentari
aku selalu rindu seraut wajah
yang ronanya mendendamkan rindu
yang hadirnya selalu lekat tanpa kejap
ya, aku selalu dan akan selalu merindu wajahmu
bahkan hinggga aku tak ingat lagi bentuk dan rupa waktu
note : disini nostalgia kita :-)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI