Tidak ada yang menjatuhkan manusia ke dalam api neraka kecuali keburukan mereka saat berada di dunianya, makanya setiap manusia yang memiliki Lisan, Mata, Hidung, Tangan, Kaki, Wajah, Badan, dan Telinga itu akan di pertanggungjawabkan atas apa yang dilakukan saat di dunia, apakah digunakan sesuai dengan peruntukannya, baik buruk perbuatan di dunia akan menuai nanti di dalam alam akhirat.Â
Demikian disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi KH. Subhan Makmun saat membacakan kitab Bidayatul Hidayah di Aula Dalail Khoirot. Selasa, (12/05/2020).
Lisan itu lebih tajam daripada pedang, Kyai subhan menjelaskan, Lisan atau lidah itu bentuknya kecil, paling ringan, namun paling sulit dikendalikan.
Seseorang yang beriman bisa dilihat dari kemampuannya meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, termasuk menjaga lisan dan menjauhi perkataan yang tidak berguna lagi merugikan.
Berbagai perkara lisan harus dihindari agar kita tidak terjerumus kedalam dosa dan tidak merusak hubungan dengan sesama manusia. Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
"Barang siapa yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata dengan perkataan yang baik, atau hendaklah ia diam" (HR. Imam Al-Bukhari)
Kita harus berfikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Jangan menilai dhohirnya seseorang dalam perkara di dunia, kita bisa terbuai, ucapan bisa jadi racun bagi seseorang. Jika terdapat kebaikan dalam ucapan yang akan kita sampaikan maka katakanlah, namun jika hanya terdapat keburukan maka sebaiknya kita diam.
1. Berdusta
2. Menyalahi Janji
3. Gibah
4. Mendebat orang
5. Mengklaim diri bersih dari dosa
6. Mencela
7. Mendoakan Keburukan Orang lain
8. Bercanda, Mengejek, dan menghina orang
Jika sampeyan dinilai sebagai orang yang berdusta menurut orang lain, dan maka konsekuensinya akan direndahkan karena dianggap sebagai orang yang berdusta, jika berturut-turut maka tidak bakalan dipercaya. " Biasa Goroh/Dusta, ngapain dipercaya"Â
Efek Berdusta bisa menjadi kebiasaan dan akan terbawa ketika membicarakan hal yang bersifat serius. Selain merugikan orang lain, berdusta juga merugikan diri sendiri karena kita akan dicap sebagai pendusta kemudian kita akan dibenci dan diremehkan orang-orang. " Nak ojo goroh lho dadi uwong nalika urip di dunia, Mengko awakmu ra iso dadi patokan atau panutan umat," tutur kyai subhan.Â