Mohon tunggu...
Anwar Effendi
Anwar Effendi Mohon Tunggu... Jurnalis - Mencari ujung langit

Sepi bukan berarti mati

Selanjutnya

Tutup

Hobby

Izin Teman-teman, Saya Vakum Dulu

5 Juni 2020   11:27 Diperbarui: 5 Juni 2020   11:32 575
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Biar tidak mengundang banyak pertanyaan teman-teman Kompasianer, saya sengaja menulis artikel ini. Langsung saja ya, saya mau memberi tahu, untuk sementara vakum menulis dulu. Kalau tidak memberi tahu, takut ada yang cari-cari (hihihi..GR nih).

Alasannya simpel untuk off dulu di Kompasiana. Mulai 1 Juni 2020, suasana kantor saya tempat bekerja sudah normal kembali. Bayangkan 1 Juni itu tanggal merah, tapi sudah disuruh masuk kerja. Saya pun harus mengikuti ritme kebijakan yang diterapkan perusahaan.

Habis sudah waktu dan pikiran saya untuk dicurahkan ke program-program perusahaan. Jam kerjanya sudah dipatok, masuk pukul 08.00 pulang pukul 17.00. Itu kalau rutinitas kerja berjalan normal. Tapi istri saya yang satu kantor dan memegang jabatan manajer, kadang bisa pulang larut malam.

Mau tidak mau saya pun harus nunggu di kantor, mengikuti jam kerja istri. Ada saja yang membuat pulang ke rumah jadi agak lama. Istri sering rapat. Mengatur program kerja baru, seiring kebijakan protokol normal baru. Belum lagi mengurus cara absensi karyawan sampai mengatur pembayaran gaji agar tetap lancar.

Praktis tiba di rumah, istirahat sebentar, langsung tidur. Agak sulit curi-curi waktu untuk menuangkan ide tulisan di Kompasiana. Kemarin saja, Kamis 4 Juni 2020 mentok cuma membuat dua tulisan. Itu juga satu tulisannya hanya berupa cerita humor, yang tidak terlalu banyak mikir.

Saya memperkirakan, hari-hari ke depan pun bakalan sulit menulis lagi. Cuma saya tidak mau menghilang begitu saja. Nanti pasti banyak mengundang pertanyaan dari teman-teman Kompasianer. Saya pertama kali divalidasi oleh admin tanggal 13 Maret 2020. Mulai menulis sehari sesudahnya. Artinya sekarang sudah hampir 3 bulan.

Datang dengan baik-baik untuk menulis, maka kalau mau istirahat sementara harus tahu sopan santun juga. Saya tidak mau dicap tidak tahu terimakasih. Saya justru banyak mengucapkan terimakasih, walau dalam waktu singkat sudah banyak mendapat pelajaran di Kompasiana. Pengetahuan saya makin bertambah.

Jujur saya merasa sedih

Dan ini yang lebih penting, selama menulis di Kompasiana, saya makin banyak mendapat teman, sahabat, dan merasa sudah seperti saudara. Jujur saya merasa sedih membuat tulisan ini, tapi yakin suatu saat saya akan kembali lagi kalau waktunya memungkinkan.

Saya selalu kangen dengan sapaan pasangan yang "Mantul" Bapak Tjiptadi Effendi dan Mbak Rosalina Effendi. Mereka berdua sudah sangat dekat di hati dan saya tempatkan sebagai saudara. Setiap pagi tidak bosan menyapa dan memberi suport saya.

Ada Mbak Hennie Triana yang sering memberikan "Bom" vote dan komentar di semua tulisan saya. Sehari saya membuat tiga tulisan, tiga-tiganya diberi vote dan diberi komentar. Pernah ada satu tulisan saya terlewat diberi komentar, dia langsung buru-buru minta "Maaf". Terus terang saya dibuat jatuh cinta pada perilakunya.

Banyak juga yang rajin berkunjung ke artikel saya seperti Bapak Rustian Al Ansori, Kang Budi Susilo, Mbak Fatmi Sunarya, Teteh Yana Haudy, Mas Ridwan Ali, Bapake Arif Pangerans, Mas Ozy Alandika, Bang Kartika Eka, Mbak Nita Kris Noer, Bapak Hendro Santoso, hingga Mbah Ukik, mereka semuanya telah membesarkan hati saya.

Para senior pun sering membuat saya jadi semangat. Penulis semacam Mas Susy Haryawan, Tuan Martinus, Bapak Kholil Rokhman, Bang Gobin, Bang Reba GT, Mas Joko Martono, Kang Marakara, Mas Nawir, Mas Irwan Rinaldi, Ibu Nursini, Mbak Anis Hidayati, Mbak Any Sukamto, Mbak Apriani Dini, Bang Pical Gadi, Bang Zaldy Chan, Pak I Ketut Suweca, Mas Fery W, Mas Wiwin Zein dan banyak lagi yang tidak bisa disebut satu persatu, sudah mendapat tempat di hati saya. Saya banyak belajar kepada mereka.

Belakangan pun datang suntikan semangat dari Bu dosen Lusy Mariana, Bang Denny Malelak, Mas Tonny Syiariel, Mas Ahmad Jawahir, Teteh Hera Veronica, Mbak Putri Dewi, Mbak Cindy Carneta, Mbak Ika Septi, Mbak Erni Purwitosari, Bang Medy Yafeth, Mbak Lilia Gandjar hingga Mbak Hisnabaiti. Mereka terasa lebih dari sekadar sahabat.

Ada juga yang datang dari jauh, tapi jadi semakin dekat seperti Mbak Gaganawati, Bapak Faqih Ma'arif, Bapak T.H. Salengke dan Mbak Derby Asmaningrum. Jarak yang jauh namun tidak menghalangi silaturahmi. Maaf kepada teman-teman Kompasianer yang namanya tidak kesebut, bukannya melupakan, saya yakin sekali waktu akan berkunjung kembali.

Seperti sudah disebutkan di awal, saya vakum menulis cuma sementara. Kalau punya waktu luang, saya kembali akan menulis. Walau perusahaan saya tempat bekerja sama-sama bergerak di bidang media massa, seperti Kompasiana, namun tidak memberi larangan saya aktif menulis di luar.

Kalau sejak Maret 2020 saya bisa menulis, karena lebih banyak kerja di rumah. Ketimbang lebih banyak rebahan, saya manfaatkan untuk menulis beberapa pengalaman jalan-jalan. Hitung-hitung melatih ingatan otak. Selain itu, beruntung juga di waktu yang sama Kompasiana memberikan beberapa tantangan, seperti Samber THR.

Cuma sekarang saya harus tahu diri. Sudah ada beberapa pekerjaan yang harus dilaksanakan saya secara rutin. Dan itu tidak bisa ditinggalkan. Kalau mau tahu apa sih pekerjaan saya, boleh tonton video di bawah ini. Video itu dibuat kemarin, Kamis 4 Juni 2020. (Anwar Effendi)***


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun