Hari-hari ini tensi politik menguat lagi. Usai pilpres cukup mendingan, pertemuan di MRT membawa harapan makin sejuk, ternyata hanya beberapa saat. Usai itu malah makin menguat dan cenderung menggila.
Beberapa peristiwa jelas ada upaya kesengajaan atau ada skenario yang tidak main-main. Begitu banyak persitiwa dengan waktu yang bebarengan, narasi yang ada, dan ikutannya yang susah jika mengatakan itu spontan.
Kebo Ijo seorang senopati yang menjadi terdakwa pembunuh Tunggul Ametung, karena keris yang menancap pada jasad Adipati Tunggul Ametung, dikenal sebagai "milik" Kebo Ijo. Mengapa demikian?
Kebo Ijo dikenal sebagai pribadi umuk, sering pamer, dan itu banyak pihak yang paham dan tahu, katanya lho. Nah kebiasaan ini dimafaatkan oleh orang yang memiliki kepentinga. Dipinjamilah keris sakti. Tentu si "pemberi pinjaman" tahu dengan baik, si Kebo akan pamer dan banyak orang tahu, siapa pemilik keris itu. Dan itu terjadi.
Kekuatan jelas sudah dibangun Kebo Ijo untuk mengambil alih kekuatan. Show of Force tentunya sudah dilakukan baik diam-diam ataupun dalam kalangan terbatas. Hal ini dipahami dan dilihat sangat membantu untuk pihak lain mengambil keuntungan.
PKI dan kisah 65
PKI kala itu menjadi partai yang sangat besar, kuat, dan lagi-lagi cukup jemawa dengan keberadaannya. Beberapa hal yang bisa memberikan faktualisasi
Meminta senjata untung angkatan kelima, ingat ABRI dulu ada empat angkatan, nah PKI menghendaki pemerintah menjadikan angkatan kelima dari petani. Apa urgensinya coba, ini kan hanya akal-akalan.
Kedekatan dengan presiden dan menguasai banyak posisi membuat pihak lain paham, bahwa mereka bisa dimanfaatkan untuk mengambil kekuasaan. Kecurigaan orang jelas pada PKI, karena telah dan pernah mengadakan upaya yang sama.
Kekuatan mereka yang demikian besar, meyakinkan banyak pihak, jika mereka mengambil alih kekuasaan. Dan siapa yang berjaya usai itu?