Ada pula AHY. Jelas lebih susah dan pelik lagi posisinya. Bagaimana ia harus mengerti dan mengambil purnawirawan mayor seperti itu, belum lagi bapaknya. Pilihan susah dengan adanya AHY di sana. Slot makin sempit.
Pilihan politik selanjutnya bagi GN jelas penting, bagaimana ia akan bersikap. Mau membuat partai, diam saja biar seperti Moeldoko yang akhirnya masuk juga ke dalam pemerintahan, atau mendirikan partai sendiri? Sangat realistis jika melihat reputasi dan kapasitasnya. Masuk parpol yang sudah ada juga bisa.
Golkar. Cukup mungkin, apalagi sudah ada sekjend dari jenderal yang bersama-sama aktif sebagai  tentara. Ada kemudahan kerja sama, namun banyak faksi di dalam Golkar tentunya akan ribet jika ada militer lagi yang masuk. Bisa jadi masalah baru, usai berdarah-darah rebutan ketua beberapa waktu lampau.
PDI-Perjuangan. Ini juga mungkin melihat seperti Kapitra yang sering bersebarangan pun toh bisa menjadi caleg. Masih ada kemungkinan, meskipun jelas lagi-lagi tidak akan mudah.
Nasdem, Hanura, sangat terbuka lebar. Apalagi Hanura di mana beberapa petinggi militer pernah dan ada di sana. Terbuka lebar peluang itu.
Mendirikan partai sendiri, agak susah melihat kekuatan banyak hal yang ia miliki. Tidak cukup kuat untuk bisa menjadi apa-apa. Lebih realistis dan hemat itu ikut yang sudah ada. Pilihan lebih rasional dan hemat juga.
Ada pula pilihan bergabung dengan kubu 02. Paling mungkin Gerindra dengan kesulitan sama di atas. Adanya Sandi sebagai kandidat kuat ke pilpres mendatang. Pilihan yang tidak mudah karena terbentur kepentingan.
Demokrat, ini juga sangat kecil, di mana ada AHY dan SBY. Susah bisa berbicara banyak dengan tipikal GN dan arah yang  telah diperlihatkan. Sangat kecil kemungkinan itu.
PAN, PKS, dan lainnya, sangat kecil kemungkinannya, meskipun tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Namun tidak cukup ada alasan untuk bisa masuk ke sana.
Berkarya sangat mungkin, namun mau apa di sana itu penting. Tidak ada alasan kuat untuk menjadi kekuatan maju menjadi apapun itu.
Sikap GN it masih sangat terbuka, apalagi jika bicara juga soal  "kardus" bisa saja masih setipis atm belum setebal bata sebagaimana yang idealnya. Ini pun mungkin.