Keunggulan paslon WALI
Isu track record korupsi Abah Anton, meskipun popularitasnya sebagai mantan Walikota masih kuat, tampaknya menimbulkan keraguan bagi sebagian pemilih. WALI berhasil memanfaatkan isu ini untuk mengkonsolidasikan suara.
Paslon WALI tampaknya mampu menjalankan kampanye yang efektif dengan pesan-pesan yang relevan, terutama di wilayah-wilayah dengan basis suara besar seperti Kecamatan Kedungkandang dan Blimbing.
Sebagai Penjabat (Pj) Walikota, Wahyu Hidayat boleh jadi telah membangun citra positif selama menjabat, meskipun pengguna sebelumnya mencatat sebagian penghargaan yang diterimanya dianggap sebagai warisan Abah Anton dan Sutiaji.
Persebaran dukungan per Kecamatan
Perolehan suara di atas 50% di Kecamatan Blimbing dan Kedungkandang menjadi penentu utama kemenangan Paslon WALI. Kecamatan ini mencakup wilayah padat penduduk dan penting secara strategis.
Selisih kecil antara Paslon WALI dan ABADI di Kecamatan Lowokwaru mencerminkan basis dukungan kuat Abah Anton di wilayah asalnya, tetapi masih belum cukup untuk mengejar ketertinggalan di kecamatan lain.
Validitas dan akurasi Quick Count
Dengan sampel 250 TPS dari total 1.188 TPS, quick count ini cukup representatif secara statistik. LSI Denny JA juga menyebutkan margin of error quick count mereka biasanya tidak lebih dari 1%, sehingga hasil ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
Meskipun quick count adalah indikator awal yang andal, hasil resmi dari KPU tetap menjadi rujukan akhir.
Tantangan untuk paslon ABADI dan HC-Ganis