Prabowo juga dapat mengintensifkan diplomasi multilateral dengan negara-negara ASEAN untuk memperkuat posisi bersama dalam menghadapi klaim teritorial di Laut China Selatan.
4. Pengaruh politik domestik dan kelompok agama.
Mengingat pengaruh kelompok agama dan organisasi seperti MUI dalam politik Indonesia, Prabowo mungkin masih akan mempertahankan dukungan terhadap Arab-Palestina untuk merespons ekspektasi domestik. Namun, ada kemungkinan untuk mengkalibrasi pendekatan agar lebih disesuaikan dengan kebijakan luar negeri yang pragmatis dan berorientasi pada kepentingan nasional.
5. Reorientasi kebijakan luar negeri dengan menyelaraskan keamanan dan pembangunan.
Prabowo kemungkinan akan lebih realistis dalam menilai batas kemampuan diplomasi Indonesia, dengan berusaha menyeimbangkan antara menjaga hubungan baik dengan negara-negara besar dan mempertahankan prinsip bebas-aktif. Ini bisa berarti memprioritaskan isu-isu yang langsung berdampak pada kepentingan nasional, seperti ekonomi, pertahanan, dan ketahanan energi.
Kebijakan luar negeri di bawah Prabowo mungkin akan lebih pragmatis dan fokus pada kepentingan nasional, dengan pendekatan yang berpotensi lebih seimbang dan realistis dalam menangani isu-isu global dan regional. Namun, tetap akan ada unsur mempertahankan kebijakan tradisional seperti dukungan untuk Arab-Palestina, yang telah menjadi bagian dari warisan politik luar negeri Indonesia.
Joyogrand, Malang, Sat', Oct' 12, 2024.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H