Mohon tunggu...
Parlin Pakpahan
Parlin Pakpahan Mohon Tunggu... Lainnya - Saya seorang pensiunan pemerintah yang masih aktif membaca dan menulis.

Keluarga saya tidak besar. Saya dan isteri dengan 4 orang anak yi 3 perempuan dan 1 lelaki. Kami terpencar di 2 kota yi Malang, Jawa timur dan Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Dante, Komedi Ilahi dan Turbulensi Dunia Now

9 Juni 2023   15:08 Diperbarui: 9 Juni 2023   15:12 529
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Visi Dante tentang Neraka diadaptasi desainer videogame pada 2010-an. Foto : Alamy, bbc.com

Dante, Komedi Ilahi dan Turbulensi Dunia Now

Kasus Haris Azhar-Fathia yang kini gaor atau ramai di sidang pengadilan karena pencemaran nama baik Pak Luhut yang disebut sebagai Lord Luhut dan terlibat operasi militer Intan Jaya di Papua. Ini sempat menyita perhatianku, tapi terpaksa kumasabodohin, karena pihak terdakwa dibela oleh pengacara-pengacara ekstrim. Pengacara beneran atau preman terminal sih mereka.

Semua pencari kebenaran pastilah yakin Pak Luhut akan memenangkan gugatannya. Semua tahu beliau bekerja di kabinet Jokowi tak lebih tak kurang adalah sebagai eksekutor andal yang sangat dipercaya Presiden. Kalau banyak orang iri, termasuk manusia-manusia nyinyir sok idealis kurang kerjaan, ya ruang pengadilanlah yang menyelesaikannya. Haqul yaqien Pak Luhut pasti menang jauh sebelum dia lengser dari kabinet Jokowi sekarang.

Aku pun beralih ke literasi internet. Setelah telasar-telusur sekenanya, ee nyasar ke dunia sastera, lalu aku terpaku pada sebuah nama yang disebut-sebut dalam website poetryfoundation.org di Amerika nun jauh disana sebagai Dante Alighieri, sebuah nama ikonik dalam persasteraan Eropa tempo doeloe. Rem pun blong sudah, aku terbenam semalaman larut dalam karya klasik Divina Commedia atau Komedi Ilahi karya Dante.

Dante Alighieri (1265-1321) adalah seorang penyair, tetapi setelah membaca dan menelusuri lebih jauh di website dunia sastera lainnya di Eropa dan Amerika, dia juga memiliki elemen filsafat yang kuat dalam karyanya. Ia terkenal karena karya ikoniknya "Divina Commedia" atau "Divine Comedy", sebuah puisi epik yang terdiri dari tiga bagian : "Inferno" (Neraka), "Purgatorio" (Purgatorium), dan "Paradiso" (Surga).

Komedi Ilahi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sastera, seni, dan budaya selama berabad-abad.

Dalam "Divina Commedia," Dante menggunakan narasi perjalanan fisik untuk menceritakan perjalanan spiritual dan pertumbuhannya sebagai individu. Karya ini mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, seperti kejahatan, keadilan, kebenaran, cinta, dan pengetahuan. Dalam perjalanannya, Dante bertemu dengan berbagai tokoh sejarah, sastera, dan mitologi, serta melibatkan dirinya dalam diskusi tentang isu-isu filsafat dan teologi.

Gambar Ilustrasi perkawinan Neraka-Surga karya William Blake. Foto : digitaldante.columbia.edu
Gambar Ilustrasi perkawinan Neraka-Surga karya William Blake. Foto : digitaldante.columbia.edu

Dante juga menulis karya lain yang menunjukkan pemikirannya yang mendalam, seperti "Convivio" atau "The Banquet" dan "De Monarchia" atau "On Monarchy". Dalam "Convivio," Dante mengeksplorasi berbagai topik, termasuk filsafat, sastera, dan etika, dan dalam "De Monarchia," ia membahas tentang hubungan antara kekuasaan sipil dan kekuasaan keagamaan.

Secara keseluruhan, Dante Alighieri adalah seorang penyair yang mencapai prestasi besar dalam bidang sastera, tetapi ia juga menunjukkan pemikiran filsafat yang signifikan dalam karyanya. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam tradisi sastera dan pemikiran Barat.

Divina Commedia pertama kali diterbitkan pada abad ke-14, tetapi karya itu tentu bukan dalam bentuk buku seperti yang kita kenal saat ini. Pada masa itu, Divina Commedia ditulis sebagai puisi naratif dan disebarkan dalam bentuk manuskrip yang ditulis tangan.

Divina Commedia terdiri dari tiga bagian, yi "Inferno" (Neraka), "Purgatorio" (Purgatorium), dan "Paradiso" (Surga). Setiap bagian terdiri dari banyak canto, yang merupakan unit puisi dalam karya tsb. Secara total, terdapat 100 canto dalam Divina Commedia, dengan 34 canto untuk Inferno, 33 canto untuk Purgatorio, dan 33 canto untuk Paradiso.

Dante Alighieri menggambarkan Neraka dalam bagian pertama karyanya yang disebut "Inferno". Salah satu puisi terkenal Dante tentang Neraka adalah pada awal bagian Inferno, tepatnya di Canto III.

Berikut adalah puisi yang dikenal sebagai "Gate of Hell" atau "Pintu Neraka" :

"Through me you pass into the city of woe; Through me you pass into eternal pain; Through me among the people lost for aye. Justice the founder of my fabric moved; To rear me was the task of Power divine; Supremest Wisdom, and primeval Love. Before me things create were none, save things. Eternal, and eternal I endure. All hope abandon, ye who enter here."

"Melalui aku, anda memasuki kota penderitaan; Melalui aku, anda memasuki siksaan abadi; Melalui aku di antara orang-orang yang hilang selamanya. Keadilan sebagai pendiri keberadaanku bergerak; Membangunkanku adalah tugas kekuatan Ilahi; Kebijaksanaan Tertinggi, dan awal dari cinta. Sebelum aku ada, tak ada ciptaan. Dalam hal-hal Abadi dan Keabadianlah aku bertahan. Tinggalkanlah semua harapan, masuklah ke sini."

Puisi ini menggambarkan pintu masuk menuju Neraka dan mengajak audiences untuk meninggalkan segala harapan ketika memasuki tempat penderitaan yang abadi. Puisi ini mencerminkan suasana gelap dan mengerikan yang ada dalam penggambaran Dante tentang Neraka.

Gambar ilustrasi Inferno oleh William Blake di bagian Purgatorio canto V Komedi Ilahi. Foto :  digitaldante.columbia.edu
Gambar ilustrasi Inferno oleh William Blake di bagian Purgatorio canto V Komedi Ilahi. Foto :  digitaldante.columbia.edu

Dalam bagian kedua yang disebut "Purgatorio", Dante menggambarkan perjalanan melalui Purgatorio, tempat jiwa-jiwa yang telah berdosa tetapi mendapatkan kesempatan untuk membersihkan dosa-dosanya sebelum mencapai Surga. Pada bagian ini, Dante menulis berbagai puisi yang menggambarkan pengalaman dan pertumbuhan spiritual di Purgatorio.

Berikut adalah puisi terkenal dalam Purgatorio pada Canto XXVI :

"O purged folk, thither aspire for penance; To wash off the soil which sullies you on earth!"

"Wahai orang-orang yang telah disucikan, naiklah ke sana untuk penebusan dosa; Untuk membasuh kotoran yang menodaimu di bumi!"

Puisi ini menyuarakan seruan kepada jiwa-jiwa yang berada di Purgatorio untuk terus melangkah maju dan mengambil kesempatan untuk membersihkan dosa-dosa mereka melalui penance atau penebusan. Dalam Purgatorio, Dante menekankan pentingnya pertumbuhan spiritual dan penyesalan sebagai jalan untuk mencapai pemurnian dan persiapan untuk masuk ke Surga.

Puisi ini memiliki arti dan makna yang relevan bagi kita. Ia mengingatkan kita akan pentingnya kesediaan untuk menghadapi konsekuensi dari tindakan dan dosa-dosa kita di dunia ini. Penebusan dan pertumbuhan spiritual menjadi bagian integral dalam proses mencapai pemurnian dan kesejatian diri. Puisi ini juga mengingatkan kita akan pentingnya penyesalan, pengampunan, dan transformasi pribadi sebagai bagian dari perjalanan spiritual kita.

Dalam bagian ketiga yang disebut "Paradiso", Dante menggambarkan perjalanan menuju Surga dan pengalaman rohaninya di sana. Pada bagian ini, Dante menyajikan puisi-puisi yang indah dan penuh makna untuk menggambarkan kemuliaan surga dan pengalaman bersatu dengan Tuhan.

Berikut puisi terkenal dalam Paradiso pada Canto XXXIII :

"O eternal light, that dost so far. Lift thyself up, and brightly dost abide; In its own depths that hadst appeared to me!"

"O Cahaya kekal, yang meninggikan dirimu begitu jauh. Dan tetap bercahaya terang; Di kedalamanmu sendiri yang tampak bagiku!"

Puisi ini menyampaikan kekaguman dan penghormatan Dante terhadap cahaya kekal Tuhan yang hadir di Surga. Puisi ini mencerminkan pengalaman Dante saat dia mencapai pemahaman yang mendalam tentang keagungan dan keabadian Tuhan. Melalui puisi ini, Dante mengungkapkan keajaiban dan keindahan yang ada di Surga serta perasaan tak terbatasnya saat bersatu dengan kehadiran Tuhan.

Arti dan makna puisi ini bagi kita adalah sebagai pengingat akan kebesaran dan keabadian Tuhan. Puisi ini mengajak kita untuk merenungkan keagungan dan cahaya spiritual yang dapat kita temukan dalam pencarian kita akan kebenaran dan kesucian, juga menginspirasi kita untuk mengangkat pandangan kita ke hal-hal yang lebih tinggi dan merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita, termasuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, kerendahan hati, dan keajaiban spiritual dalam perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang kehadiran Tuhan dalam hidup kita.

Mengapa La Divina Commedia memberikan kesan yang tak terhapuskan baik pada sastera maupun teologi, dan mengapa hal itu begitu penting tujuh abad setelah ditulis?

Dante, yang mulai menggubah trilogi terobosannya pada atau sekitar tahun 1308, menulis 14.233 baris puisi dalam bahasa daerah, yang terpilih adalah dialek Tuscan yang dapat diakses oleh massa daripada bahasa Latin tradisional yang diperuntukkan bagi pembaca yang paling berpendidikan.

Dengan menghilangkan bahasa Latin dalam bahasa sehari-hari, Dante membantu membangun bahasa Italia standar modern yang berkembang sejak renesans dan jauh lebih modern lagi pada zaman now.

Dante mulai menyusun karya ikoniknya itu di Florence pada atau sekitar tahun 1308, menyelesaikan mahakaryanya di Ravenna setahun sebelum kematiannya. Edisi cetak pertama buku tsb diterbitkan di Foligno pada 11 April 1472, dan terdapat 14 dari 300 eksemplar asli yang masih ada pada tahun 1321.

Pendekatan Dante yang tidak ortodoks membuka jalan bagi para penulis penting Italia seperti Petrarch dan Boccaccio, sementara penggambarannya yang jelas tentang neraka, purgatorio, dan paradiso memiliki pengaruh besar pada seni dunia barat dari Sandro Botticelli hingga William Blake, dan pasca PD II semakin melebar ke dunia timur.

Saat ini mahakarya Dante secara luas dianggap sebagai karya unggulan dalam sastera Italia dan salah satu karya terbesar sastera dunia, dari era romantis hingga kontemporer. Boleh dikata hanya sedikit sasterawan barat yang tidak terinspirasi oleh Dante.

Dante yang telah menginspirasi kita dengan Inferno, Purgatorio dan Paradiso sangat penting artinya bagi kita dalam mengarungi turbulensi dunia sekarang.

Semoga Putin dan Biden tak mengirim kita warga dunia ini gratisan ke neraka melalui ICBMnya masing-masing, yi ICBM Sarmat (Rusia) dan ICBM Minutes Man (AS).

Referensi utama :

Poetry Foundation dalam https://tinyurl.com/227abkvp

Digital Dante dalam https://tinyurl.com/255t3vdk

BBC Culture dalam https://tinyurl.com/2cs4uwwx

Wantedmilan.com dalam https://tinyurl.com/22xl7h9z

Joyogrand, Malang, Fri'. June 09, 2023

Visi Dante tentang Neraka diadaptasi desainer videogame pada 2010-an. Foto : Alamy, bbc.com
Visi Dante tentang Neraka diadaptasi desainer videogame pada 2010-an. Foto : Alamy, bbc.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun