Itulah Cristo Rei atau patung Kristus Raja di Tanjung Fatucama, Areia Branca atau Pantai Pasir Putih Dili, dengan tinggi total 27 meter, termasuk pilar-pilar beton yang menyangganya. Ia menjadi patung Yesus kedua tertinggi di dunia, setelah patung Yesus di Rio de Janeiro Brazil setinggi 30 meter, di urutan ketiga baru patung Yesus di Portugal yang memiliki tinggi 20 meter.
Tanjung Fatucama yang menjorok ke Laut Wetar, bersebelahan dengan obyek wisata pantai Areia Branca. Patung itu akan terlihat mulai dari Hera sebelah timur, Dili dan Liquica sebelah barat. Dan hebatnya patung itu bisa terlihat lebih jauh lagi karena telah disemprot dengan cat khusus  yang memantulkan sinar apapun secara cemerlang.
Patung Yesus di Fatucama Dili adalah peninggalan Indonesia dari proyek bersama antara Pemprop Timtim, ABRI dan Garuda group, termasuk masyarakat dan pengusaha-pengusaha lokal. Peletakan batu pertama pada 17 Juli 1993, tepat pada peringatan hari Integrasi Timtim yang ke-17.
Struktur monumen bersejarah peninggalan Indonesia itu meliputi tiga lempengan tangga teras yang berarti Tri Tunggal Maha Kudus (Trinitas) yang menjadi fondasi bagi berdirinya patung Yesus. Di atas lempengan itu dipancangkan pilar beton dengan tinggi 10 meter mengandung makna 10 perintah Tuhan yang berfungsi sebagai dudukan lempengan beton tempat berdirinya patung Yesus.
Patung Yesus dibuat dari bahan tembaga dengan tinggi 17 meter, secara keseluruhan beratnya mencapai 27 ton. Tinggi 17 meter melambangkan hari integrasi Timtim yang jatuh pada tgl 17 Juli.
Tinggi pilar 10 meter, ditambah tinggi patung 17 meter, total 27 meter, menjelaskan Timtim sebagai propinsi ke-27 yang merupakan bagian integral dari NKRI. Tangga kecil tempat orang melangkah ke kaki patung Yesus juga berjumlah 27 buah mengandung arti yang sama.
Patung Yesus ini dikerjakan di Bandung, melibatkan enam seniman andal kota kembang yang benar-benar profesional dalam seni rupa patung. Mereka terdiri dari akhli las, ketok, perupa dll.
Secara keseluruhan konstruksi patung Yesus telah diperhitungkan matang dengan kondisi geologis Timtim yang tergolong rawan gempa. Maka yang dikedepankan disitu adalah konstruksi tahan gempa.
Karena patung Yesus di Fatucama tergolong tinggi menjulang dan berat, maka pada proses pembuatannya, patung Yesus itu dibuat menjadi 10 bagian, untuk memudahkan pengangkutan dan pemasangannya.
Siapa pematung Indonesia yang luarbiasa yang menempa patung ini? Setelah ditelisik lebih jauh, ia adalah Mochamad Syailillah dengan panggilan akrab yang terdengar lucu, yi Bolil. Ia pematung lulusan senirupa ITB. Bolil cukup lama di bawah asuhan master patung Indonesia, Rita Widagdo, kelahiran Rottweil, Jerman, 1938, yang adalah salah satu peletak dasar pendidikan seni patung di ITB.