Mohon tunggu...
Pangestu Adika Putra
Pangestu Adika Putra Mohon Tunggu... Desainer - Pekerja Visual

Nobody

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Pilkada Hijau: Isu Lingkungan Tidak Semenarik Sembako Murah

28 Oktober 2024   13:27 Diperbarui: 30 Oktober 2024   10:58 511
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Janji-janji yang dapat "menyentuh" langsung pada kehidupan sehari-hari lebih mudah mendapatkan hati pemilih daripada menawarkan program idealis seperti pengolahan sampah rumah tangga atau penanganan masalah lingkungan lainnya.

Janji bantuan langsung tunai, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, memiliki daya tarik yang sulit disaingi oleh isu lingkungan, yang sering kali dipandang tidak memiliki dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ini bukan soal siapa yang salah atau siapa yang benar. Realitas inilah yang mungkin dibaca, dilihat dan dimanfaatkan oleh para politisi dan para kandidat dalam kampanye mereka.

Mereka memahami bahwa, dalam politik, mengkapitalisasi isu-isu yang punya potensi suara besar adalah strategi. Tantangannya hanya bagaimana memastikan isu lingkungan ini tetap mendapat tempat dalam perhatian politik.

Sebenarnya dengan pendekatan yang tepat, dengan sedikit sentuhan kreatifitas, politisi bisa saja berbicara soal lingkungan. Hanya saja, lagi-lagi berbicara isu lingkungan sama beratnya dengan berbicara tentang Kualitas Pendidikan. Dalam politik, ini kurang "laku".

Namun, sebagai bangsa yang rentan terhadap bencana ekologis, sudah seharusnya kita menempatkan isu lingkungan sebagai kepentingan bersama.

Dalam konteks politik lokal, pilkada hijau diharapkan tidak lagi sekadar tagline menarik, tetapi juga langkah nyata untuk memastikan setiap keputusan pemimpin yang terpilih mengarah pada perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun