Mohon tunggu...
Palti West
Palti West Mohon Tunggu... Administrasi - Hanya Orang Biasa Yang Ingin Memberikan Yang Terbaik Selagi Hidup. Twitter dan IG: @Paltiwest
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Tulisan analisa pribadi. email: paltiwest@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

"Bapak Kok Ga Pernah Pulang Lagi, Ma?"

13 Januari 2012   16:49 Diperbarui: 25 Juni 2015   20:55 134
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sudah berapa hari ini Ucok menginap di Kantornya. Meski sudah punya rumah yang besar dan kamar yang nyaman, Ucok lebih memilih tidur di kantornya.

Suatu hari anak si Ucok, Dapot bertanya sama Mamanya.

"Bapak kok ga pernah pulang lagi, Ma? kemana aja?" Tanya Dapot.

"Entah tuh, aneh. Ditanya kenapa dia jawabnya lebih enak tidur di kantor." Jawab Mama Dapot.

"Kenapa Ma?" Tanya Dapot penasaran.

"Iya, katanya ada ruangan baru yang mahal di kantor." Jawab Mama Dapot.

"Wah, mahalnya berapaan Ma?" Tanya Dapot lagi.

"20 miliar katanya." Jawab Mama santai.

"Waaaahhh...." "Apa aja isinya Ma? Sampai 20 miliar. Pantasan si bapak betah ya." Seru Dapot senang.

"Ga tahu tuh apa saja isinya. Padahal uang segitu bisa membuat ratusan rumah gratis untuk mereka yang tidak mampu." Kata Mama Dapot menjelaskan.

"Wah, benar juga tuh Ma. Mengapa mereka tidak berpikir seperti itu?" Tanya Dapot serius.

"Karena mereka sudah lupa diri nak. Kekayaan dan kenyamanan membuat mereka larut dalam keserakahan dan kesombongan." Jawab Mama Dapot.

"Begitu ya Ma. Seandainya saja mama jadi mereka, pasti sudah sejahtera rakyat kita Ma. Dapat rumah gratis." Kata Dapot.

"Ah kamu bisa aja." Balas Mama Dapot.

Di tempat lain si Ucok terlelap di sebuah ruangan seharga 20 miliar. Dia mimpi indah tanpa sadar suara ngorok membahana di ruangan itu. Ruangan sejuk dan nyaman. Lebih cocok untuk tempat tidur dan beristirahat dibandingkan sebagai tempat rapat....

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun