Mohon tunggu...
Palti West
Palti West Mohon Tunggu... Administrasi - Hanya Orang Biasa Yang Ingin Memberikan Yang Terbaik Selagi Hidup. Twitter dan IG: @Paltiwest
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Tulisan analisa pribadi. email: paltiwest@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Gayus: Kurir yang Menjadi Tumbal

22 Januari 2011   08:03 Diperbarui: 26 Juni 2015   09:18 162
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jika berbicara Gayus HP Tambunan maka yang ada dipikran setiap orang adalah koruptor terbesar. Bahkan jika melihat data yang dibukakan oleh media cetak dan televisi dapat dikatakan bahwa Gayus sudah termasuk milyuner muda di Indonesia. Hartanya bukan lagi dalam bentuk uang namun juga surat berharga. Yang mengherankan adalah kekayaan tersebut didapatkan "hanya" dalam waktu 5 tahun bekerja di dirjen Pajak. Bayangkan jika dia bekerja lebih lama, maka kekayaannya bisa diatas itu. Saya jadi bertanya jika harta gayus dihitung semua dia ada pada urutan berapa dalam daftar orang terkaya di Indonesia?

Harta Gayus yang banyak tersebut ternyata bukanlah seberapa dibandingkan dengan "big fish" yang diungkapkan Gayus. Gayus pernah mengatakan bahwa dia hanyalah "teri" dan masih ada "big fish" dibalik ini. Bisa dikatakan sebenarnya Gayus ini hanya kurir. Saya menduga orang dibalik Gayus mendapat keuntungan yang lebih besar. Namun seperti biasa maka kasus korupsi tidak pernah bisa menangkap koruptor kelas kakap. aparat hukum selalu terbentur dengan peraturan dan kekuasaan jika harus menyelidiki para pejabat dan bahkan juga para jenderal. Bayangkan seorang dengan jabatan seperti Cyrus pun tidak ada yang berani menyentuh. Hal ini semakin menunjukkan dalam segala kasus korupsi yang disidangkan akan selalu berhenti pada kurir saja.

Jika menilik lebih dalam kasus ini dan perjalanan persidangan saya kok jadi kasihan dan bahkan berterimakasih dengan Gayus. Kehadiran Gayus adalah sebuah jawaban akan kekesalan saya terhadap aparat hukum di Indonesia. Bahkan kekesalan saya akan maraknya korupsi berjemaah di bangsa ini. Kita bisa melihat bagaimana Susno yang menjadi "whistle Blower" pun berhasil dikriminalkan dan akhirnya diam seribu bahasa. Nmun, lain Susno lain Gayus. Susno bisa didiamkan tetapi Gayus tidak. "Nyanyian" Gayus akhirnya berhasil membuka mata bangsa ini akan permainan mafia yang mengindikasikan keterlibatan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Meski masih banyak misteri tetapi "curhat" Gayus sedikit banyak akan membuka semua permainan mafia hukum di Indonesia. Saya sebenarnya sudah menduga bahwa Satgas bentukan Presiden memiliki kepentingan terselubung. meski belum terbukti seratus persen tetapi Gayus sudah membuka adanya kemungkinan hal tersebut.

Kemanakah hikayat Gayus ini berakhir? Kita tidak akan pernah tahu. Instruksi Presiden yang telah dikeluarkan kiranya menjadi cambuk bagi aparat penegak hukum. Jika Inpres tidak juga menyelesaikan masalah Gayus maka semakin jelaslah bahwa hukum kita tidak bisa diandalkan lagi. "Jala" penegak hukum kita tidak kuat menangkap "big fish". Jika sudah begini maka korupsi hanya menghadirkan kurir sebagai tumbal dan sang bos besar tidak pernah bisa disentuh. Saya takutnya dugaan adanya keterlibatan penguasadalam kasus gayus bukan kabar burung, yang akan membuat kasus ini semakin rumit dan tak berakhir. Semoga hukum kita bisa membuktikan supremasinya dan menikam siapa saja yang melakukan pelanggaran dan merugikan negara.

Salam Kurir yang menjadi Tumbal.

Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun