Percobaan atau eksperimen saya mulai. Pertama potongan tripleks saya gambar sesuai imajinasi. Setelah dipotong dan diamplas lalu saya cat sebagai lem, kemudian saya  taburi pasir, hasilnya?.........sangat mengecewakan, hanya debu-debu dan sebagian kecil pasir yang menempel. Kali ini percobaan saya gagal, lantas bagaimana? Jangan pernah menyerah, coba lagi coba lagi dan dicoba lagi.
Setelah saya coba beberapa kali barulah saya dapatkan metode atau cara yang meski belum sempurna, paling  tidak tak mengecewakan. Pasir harus menggunakan yang ukurannya sedang, tidak halus juga tidak kasar.
MARI BEREKSPERIMEN
Alat-alat yang digunakan :
- Gergaji tripleks.
- Kertas amplas nomor 60 dan 220
- Cat warna hitam dan putih serta kuas 2" dan kuas cina, yang tangkainya bambu.
- Martil kecil
- Paku "
- Ayakan ukuran kasar (30x30) dan halus (40X40) artinya ukuran lubang ayakan seperti ukuran resolusi itu 30 dpi (dalam satu inchi terdapat lubang sebanyak 30X30 buah). Wah rumit ya, terserah berapa ukurannya yang penting bisa memisahkan pasir kasar dan halus untuk diambil yang menengah.
- Dan alat lainyang dibutuhkan
Cara membuatnya :
Gunakan pasir yang betul-betul sudah kering, dan sedapat mungkin usahakan pasir yang berwarna hitam.
Pasir kita ayak terlebih dahulu menggunakan ayakan kasar (30X30) untuk memisahkan bagian yang paling kasar, kita sisihkan, yang paling kasar tak usah dibuang mungkin bisa digunakan untuk yang lain.
Untuk memisahkan debu atau pasir yang berukuran paling kecil, kembali kita ayak dengan ayakan yang ukurannya halus (40x40), alhasil kita dapatkan butiran pasir yang ukurannya sedang atau menengah, ini yang kelak kita gunakan sebagai penabur atau tekstur.
Ambil tripleks ukuran sedang sesuai apa yang hendak kita buat, misalnya tempat pajangan foto.
Pertama kita gambar atau sket sesuai imajinasi kita, perjelas dengan spidol agar mudah memotongnya.
Setelah dipotong atau digergaji kemudian tripleks kita amplas permukaan dan tepi-tepinya. Lantas kita cat putih sebagai cat dasar lalu kita keringkan, sebelum kering jangan sampai terjadi 'kecelakaan' lagi atau terjatuh ke tanah atau terkena kotoran yang lain.
Setelah kering kita gores ulang pola yang akan kita taburi pasir yang kelak akan dijadikan sebagai teksturnya.