Menurut Wikipedia Resimen Mahasiswa ( disingkat menwa ) adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan diperiapkan untuk mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan keamanan rakyat semesta ( sishankamrata ). Menwa juga merupakan salah satu komponen warga negara yang mendapat pelatihan militer ( unsur mahasiswa ).
Markas Komando satuan menwa bertempat di perguruan tinggi di kesatuan masing-masing yang anggotanya adalah mahasiswa atau mahasiswi yang berkedudukan di kampus tersebut. menwa merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan pelatihan ilmu militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung. Bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya.
Menwa adalah organisasi kampus yang berkiblat kepada semimiliter. Sayangnya pendidikan dan Latihan dasar menwa UNS belakangan ini disorot karena telah menelan korban jiwa.
Tidak heran jika kita mempertanyakan kembali apakah organisasi menwa pada saat ini masih relevan buat mahasiswa ?
Menurut Muhammad Idris Patarai, akademisi Politik dan Pemerintahan di Institut Pemerintahan dalam Negeri ( IPDN ), pendidikan atau Latihan dasar yang menerapkan hukuman pada pelaku indisipliner memiliki sifat yang normatif. Meski demikian penerapan terkadang berlebihan dari standar yang seharusnya diikuti. Selain itu, kecelakaan yang tidak disengaja memang sulit dihindari sekecil apapun perlakuannya.
Selain itu juga dikutip dari CNNIndonesia, Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) Tito Karnavian mengatakan, kebijakan untuk membubarkan Menwa perlu dikaji apakah kasus kekerasan itu terjadi karena alasan sistemik atau kasuistik. Jika memang terjadi karena budaya kekerasan, maka akan dilakukan pembenahan sistem Bersama Kemendikbud Risti. Tito juga mengungkapkan kalau Menwa melakukan hal sosial positif, seperti membatu dalam penanggulangan bencana.
Beberapa opini atau pendapat mengenai organisasi menwa adalah sebagai berikut :
1. Memiliki tupoksi yang hampir mirip dengan security
Dalam akun twitter @mudaeka mengutip “ jika fungsi menwa sebagai keamanan tambahan dikampus terus apa fungsi satpam? kenapa gak nambah satpam aja jika dirasa personel masih kurang jumlahnya. Jika alasan sebagai cadangan perang bagi TNI, saya rasa kok kejauhan ya alasan itu dijaman sekarang ini”
Istilah “keamanan” juga diartikan dengan fungsi satpam dikampus. Koponen cadangan untuk berperang, oleh beberapa orang, dianggap sebagai tidak relevan lagi. Sebab Indonesia kini dalam keadaan tidak berperang. Dan lagi berdasarkan sejarah organisasi ini memang dulu dibentuk untuk kepentingan revolusi merebut Irian Barat.
2. Organisasi menwa merupakan sebagai wadah untuk mahasiswa yang gagal menjadi abdi negara.
Pendapat ini bisa dikatakan tidak valid dan tidak benar, tapi dalam praktiknya ada beberapa mahasiwa yang masuk ke organisasi menwa karena memiliki alasan gagal menjadi calon abdi negara. Tapi tidak masalah yang penting tidak disalurkan ke hal yang negatif.
3. Organsasi menwa diciptakan untuk keren didepan maba.
Banyak orang berpedapat bahawa menwa hadir untuk tampil dan show off kepada par mahasiswa baru. Mereka kerap mencuri perhatian lewat aksi-aksi yang nekat dan berbahaya. Kadang mereka juga sangat menjungjung tinggi nilai kesiplinan seperti merapikan barisan maba yang antri dan lain lain.
Dan mereka pun selalu hadir Ketika ada acara-acara besar yang diselenggarakan oleh pihak kampus. Karena sering kali mereka diikutseratakan oleh pihak kampus untuk menjadi petugas dalam keberlangsungan acara.
Tapi dengan banyaknya opini yang disampaikan diatas dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu itu ada sisi positif dan ada juga sisi negatif. Jika kita melihat seluruh organisasi baik itu organisasi kampus atau bukan pasti mereka memiliki kedua sisi tersebut.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI