Mohon tunggu...
Yulius Roma Patandean
Yulius Roma Patandean Mohon Tunggu... Guru - English Teacher (I am proud to be an educator)

Guru dan Penulis Buku dari kampung di perbatasan Kabupaten Tana Toraja-Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Menyukai informasi seputar olahraga, perjalanan, pertanian, kuliner, budaya dan teknologi.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Lorong Kuliner Kaki Lima a la Gerobak di Kota Makale

10 November 2023   17:32 Diperbarui: 19 November 2023   05:15 788
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lorong khusus pedagang kaki lima di kota Makale, Tana Toraja. Sumber: dok. pribadi

Kota Makale, ibu kota kabupaten Tana Toraja, bukanlah kota besar seperti ibu kota kabupaten pada umumnya. Dalam bahasa Inggris, penyebutan kota Makale lebih tepat sebagai sebuah town, bukan city. 

Berada di pusat kota Makale, yang terlihat sekeliling adalah bukit. Tak banyak yang bisa dieksplorasi. Empat sudut kota sudah bisa nampak jika kita berada di Plaza Kolam Makale, kolam dengan patung Lakipadada di tengahnya. 

Kota Makale akan ramai oleh masyarakat pada sore hari hingga malam sekitar pukul 8. Pusat keramaian ada di Plaza Kolam Makale dan pertigaan jalan menuju Makassar. 

Setelah semua bus Antar Kota Dalam Provinsi berangkat ke Makassar, maka aktifitas kota Makale berangsur sunyi. Namun, ada satu lokasi yang masih menyisakan keramaian setiap malam. Letaknya di Jalan R. A. Kartini. 

Jalan ini berada di lingkungan perkantoran. Ada gedung DPRD Kabupaten Tana Toraja, Kantor KSP Balo'ta, Kantor Dandim, Bapenda, Gedung Tammuan Mali',  Damkar, Kantor Kecamatan Makale, Polantas Makale dan Lembaga Pemasyarakatan. Lalu ada pula penginapan Wisma Bungin dan Wisma Yani Randanan di depannya. 

Jalan yang lebih tepatnya disebut lorong ini adalah pusat kuliner kota Makale. Puluhan gerobak kaki lima berjejer setiap malam. Jalan makin semarak oleh terang-benderangnya balon-balon listrik dari tiap lapak gerobak. 

Puluhan kursi plastik dan meja-meja mini khas kaki lima mulai berjejer dan bersolek sejak pukul 3 sore. Jl. R. A. Kartini pun penuh oleh warna-warni tenda. 

Setiap gerai lapak memiliki caranya tersendiri dalam menggaet pembeli. Lalu, sebagian besar bagian promosi adalah wanita. Pernah saya melintas, salah satu lapak dikelola oleh siswa saya. 

Dengan senyum merekah sambil melambai mereka menyapa setiap pengendara atau orang yang lewat sambil berujar "singgahki, ayo singgah pak/bu, silahkan mampir. "

Ada pula gerai yang tidak melakukan apa-apa, hanya ditungguin sepasang suami-istri, tapi pelanggannya datang silih berganti. Mungkin mereka sudah memiliki fans tersendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun