Julukan bacot muncul dengan gaya. Sayangnya juga sebagai bentuk jangan kalah gaya. Apabila memang benar mau melayat. Bisa saja menelpon keluarga yang akan dituju untuk menunjukkan kebenaran tujuan jalan. Video call bisa menjadi bukti kebenaran tujuan perjalanan. Sayangnya hal itu tidak terjadi. Akhirnya jadi kalah gaya.
Ada pertanyaan menggugah, kalau memang ternyata betul mau melayat, apakah petugas gabungan akan tetap memintanya putar balik? Petugas gabungan punya hati, punya perasaan, punya kebijakan. Mereka di lapangan tentu akan mempertimbangkan sisi kemanusian daripada arogansi penegakkan aturan. Itu namanya diskresi.
Setiap orang sekarang ingin dianggap. Wajar itu memang kebutuhan. Setiap orang ingin menang. Setiap orang ingin menggapai tujuannya. Masalahnya tentu ada kendala, ada aturan yang membatasi. Ada aturan yang mengatur agar semua berjalan sesuai dengan aturan, supaya tidak saling "makan". Siapa yang kuat itulah yang menang. Bar bar dong.  Supaya tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan atau pertemanan.
Terakhir, ada mobil mengikuti rombongan wakil presiden. Diberhentikan. Perempuan di sebelah kiri memberikan kartu nama berlogo sebuah bank BUMN. Sungguh awu wu wu. Lalu kalau sebagai kepala cabang kantor sebuah bank di Komdak boleh tidak ikuti aturan berkendara? Semoga semuanya baik-baik saja.
Pihak kepolisian hanya mengedukasi. Tilang tidak diambil. Nah, entahlah dengan atasan tempat kerjanya.
Dari pada itu lebih baik untuk mengontrol diri. Dari pada itu, film kartun Inside Out (3) boleh menjadi referensi di otak agar bisa mengontrol mulut dan jemari. Namun begitu, kalau film kartun dianggap kekanakan, boleh juga nonton Anger Management (4). Namun begitu, ah sudahlah kalau tidak mau belajar dari kesalahan dan dari pengalaman.
Salam Kompal
![kompal-60a384afd541df01c0370712.jpg](https://assets.kompasiana.com/items/album/2021/05/18/kompal-60a384afd541df01c0370712.jpg?t=o&v=555)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI