Mohon tunggu...
OtnasusidE
OtnasusidE Mohon Tunggu... Petani - Petani

Menyenangi Politik, Kebijakan Publik dan Kesehatan Masyarakat

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Empat Lelaki Tua dan Empat Perempuan Muda

5 Agustus 2018   14:38 Diperbarui: 5 Agustus 2018   14:55 946
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jawaban pemilik bar. "Tidak lima tahun sekali. Nikmatilah, kalau tekapar nanti ada anak buah yang akan angkat ke hotel di depan."

Lelaki ketiga sepertinya bisa langsung  tune  in  dengan teman perempuannya. Lelaki kedua malu-malu kucing. Lelaki keempat yang terus ditambah isi gelasnya mulai nggak bisa menahan diri. Lelaki pertama sepertinya kalem saja.

Minuman mengalir dari botol ke gelas dan ke tenggorakan. Setiap kurang lebih 30 menit, seorang pelayan memeriksa botol yang kosong dan menambahnya dengan yang baru. Beberapa kali keempat lelaki  itu ke toilet demikian pula dengan para perempuan bergaya sederhana tersebut.

Ketika pukul 00.01 lewat. Para pengunjung pun terlihat mulai meninggalkan bar. Secarik kertas dikeremangan disampaikan oleh seorang pelayan bar. Tertulis, "Silahkan dinikmati malam ini sampai pagi. Beberapa anak buah sudah kusuruh lembur".

Keempat perempuan itu pun ikut minum dan sepertinya semuanya sudah goyang. Para perempuan inipun sudah melepaskan blazernya masing-masing. Goyangan JD memanaskan tubuh mereka di ruangan yang ber-ac ini. Terlihat lekuk tubuh asli mereka walau masih dalam balutan, atasan dan bawahan merek ternama.

Keempat lelaki sepertinya mulai goyang. Hanya lelaki pertama sepertinya yang goyangnya kurang dari 20 persen. Tiga lelaki lainnya sudah di atas 50 persen.

Alunan musik ketika pengunjung reguler sudah tak ada lagi menjadi semakin liar. Tawa-tawa pun makin liar. Demikian pula tangan-tangan juga makin liar satu sama lain.

Seorang perempuan mengajak lelaki nomor empat untuk melantai. Awalnya menolak. Setelah si perempuan membisikkan sesuatu dan menyorongkan dadanya, si lelaki keempat pun luluh.

Lelaki kedua pun mengikuti dengan pasangannya demikian pula dengan lelaki pertama dan ketiga. Semuanya di keremangan lampu saling merapatkan tubuh.

Operator lagunya emang jozzz. Turun, sedang dan naik serta pendinginan dimainkan dengan halus mulus. Empat pasang anak manusia itu mengikuti nafsu purba awal manusia.

Perempuan pasangan lelaki pertama sepertinya sudah panas. Tiba-tiba dia mencopot atasannya dan menempeleratkan tubuhnya ke si lelaki. Tangan perempuan itu pun mencari tangan si lelaki untuk memegang erat, meraih pinggangnya. Aksinya pun disambut tepuk tangan tiga teman perempuan yang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun