Mohon tunggu...
Yosep Mau
Yosep Mau Mohon Tunggu... Penulis - Debeo Amare

Hic et Nunc

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Dua Potensi Pemuda Katolik sebagai Actus Sosialitas Manusia

24 Maret 2023   14:11 Diperbarui: 24 Maret 2023   14:16 236
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

 Pesona Timur Itu Terus Berlanjut

Pesona itu, gambaran dari keindahan yang terdapat di bagian Timur. Dia tidak berdiri sendiri kata orang dia adalah eksistensi  dari Lyan (keberadaan sesama yang lain). Di mana, itu mempengaruhi kehidupan sekitar sesama dan alam (ekologi).

Ada hubungan timbal balik demi tercapai ruang kebahagiaan. Tetapi semua berubah begitu cepat, yang awalnya pesona menjadi caos (rusak). Tidak ada keindahan lagi terpampang di sana; suka menjadi duka. Bencana longsor datang melanda. Caos itu terjadi di mata kita, mata makhluk ber-Tuhan. Apa yang harus dilakukan?

Dari sini Lyan tergerak hati sebagai sesama manusia yang merasakan Caosnya Timur bergerak untuk mengubah duka menjadi suka, cita menjadikan cinta yang nyata dan abadi. 

Sampai di sini  hadir sebuah pertanyaan mendasar "siapa itu lyan?" lyan itu pribadi manusia lain yang ada ketika ada manusia lain membutuhkannya. Di sini konsep sosialitas manusia itu diukur sejauh mana dia membuka diri dengan sesamanya.

img-20230323-wa0054-641d49fa08a8b5154b49da93.jpg
img-20230323-wa0054-641d49fa08a8b5154b49da93.jpg

Potensi-Actus Pemuda Katolik

Lyan yang hadir pada kesempatan ini tentu semua orang yang peduli, tetapi lebih spesifik merujuk pada Pemuda katolik Cabang Atambua Belu-NTT.  

Mereka adalah pribadi-pribadi yang tidak lekang dengan usia dan zaman, karena ada potensi dalam diri yang harus dieksplorasi. Potensi sebagai makhluk sosial yang diselubungi oleh iman, harap dan kasih. Itulah potensi paling mendasar dari sosialitas hidup meng-Gereja. 

Adapun nasionalisme yang tercermin dari jiwa kebangsaan sebagai insan yang tunduk pada adat-istiadat, untuk mempengaruhi pola pikir dan perilaku manusia. 

Adam Smith pernah mengatakan bahwa ketika adat telah menghubungkan mereka bersama-sama kita merasakan ketidakwajaran dalam pemisahan mereka. 

Adat menghubungkan perasaan manusia, adat memperjelas tali persaudaraan dan adat menutup jurang pemisahan antara manusia yang satu dengan yang lain. 

Adat memberikan ruang pengertian bahwa pada hakikatnya manusia berada dalam satu rahim yakni bumi pertiwi. Inilah potensi afektif manusia Timor pada dimensi nasionalis.

Ukuran kedua potensi manusia dari belahan dunia Timor kerap diukur melalui tindakan-tindakan nyata; Sabtu 11 Maret 2023 lalu, Pemuda Katolik Cabang Atambua bertolak menuju Lamaknen Selatan, untuk memberikan donasi kepada para korban longsor sekaligus peguatan  bagi saudara dan saudari di sana. Ini merupakan satu bentuk kepedulian sederhana tetapi sangat besar dampaknya. 

Selepas kembali dari sisi Timur, Para Pemuda Katolik Cabang Atambua, bersepakat untuk memberikan bantuan kepada korban longsor di Laktutus di sisi Selatan,  dan hal itu sudah terealisir pada Kamis, 23 Maret 2023. Tentu banyak goresan kisah terjadi di sana. 

Dan secara garis besar para Pemuda Katolik Cabang Atambua Belu-NTT, ingin mengatakan bahwa di sinilah rasionalitas, sosialitas hidup manusia ditunjukan sebagai pribadi yang berbudaya dalam keimanan dan nasionalis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun