TIGA HARI dua malam Ketua DPR Puan Maharani berada di Sulawesi Utara. Dari hari Sabtu tanggal 5 sampai Senin 7 Juni 2021, salah satu pimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini berada di propinsi yang saat ini di bawah pemerintahan partai berlambang banteng moncong putih.
Berita-berita di berbagai media yang berasal dari Sulawesi Utara atau Sulut ini cukup memeriahkan kunjungan Puan. Munculah suara dari propinsi di ujung utara Indonesia ini: "Puan Maharani calon presiden untuk pemilihan presiden 2024".
Wenny, sang jurubicara Sulut
Suara itu bukan hanya muncul dari warga partai banteng moncong putih, tapi juga dari tokoh partai lain dan beberapa tokoh pemerintah setempat.
Paling cukup menonjol, terbuka, terus terang dan menarik perhatian adalah suara Wakil Walikota Tomohon, Wenny Lumentut yang berasal dari Partai Gerindra.
Wenny Lumentut bagaikan sang jurubicara Sulawesi Utara yang nampak mendukung Puan Maharani untuk jadi presiden RI mendatang menggantikan Joko Widodo.
Wenny adalah lulusan fakultas ekonomi Sam Ratulangi Manado tahun 1981 pernah jadi ketua DPD Gerindra Sulut, dua periode anggota dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Sulut. Berbagai surat kabar di Manado menjadikan suara Wenny sebagai berita utama atau halaman depan selama tiga hari.
Beberapa berita media massa yang dikirimkan oleh Wenny sendiri kepada saya antara memberitakan dengan judul, "Mantan Ketua Gerindra Ini Dukung Total Puan Maharani Nyapres."
"Saya, Wenny Lumentut, mendukung Puan dicalonkan sebagai calon presiden pada Pilpres 2024," kata Wenny Lumentut di rumah pribadi Olly Dondokambey disela-sela acara makan malam bersama Puan Maharani dengan para pimpinan pemerintah (bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota) serta para pimpinan partai di Sulut di Desa Kolongan, Minahasa Utara, Sabtu malam Minggu, 5 Juni 2021, beberapa jam setelah Puan tiba pada siang harinya.
"Puan Maharani sudah teruji team work-nya. Keluarganya juga benar-benar nasionalis," kata Wenny kepada para wartawan. "Lingkaran Mbak Puan terdapat orang-orang berkompeten untuk Indonesia hebat....Saya total dukung Puan Maharani sebagai Presiden RI," lanjut Wenny yang cukup dikenal sebagai salah satu teman dekat Olly Dondokambey.

Puan, ketua DPR, diam
Sulut adalah salah satu kubu PDI Perjuangan. Warna merah mendominasi Manado dan berbagai kota, kabupaten, kecamatan, kampung desa dan berbagai tempat di propinsi yang kini dipimpin Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.
Oly selain sebagai gubernur adalah Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuang dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sulut. Sementara itu Puan pernah diangkat oleh Olly sebagai warga kerhormatan Sulawesi Utara di awal pemerintahan OD-SK tahun 2016 lalu.
Puan datang dengan sambutan yang dikerahkan total pemerintah dan partai-partai setempat. Sejak penyambutan ketika turun dari pesawat, langsung makan siang bersama di sebuah rumah makan. Baliho-baliho besar berisi pemujaan pada Puan bertebaran dimana-mana.
Selain berbincang-bincang dengan para pimpinan pemerintah, partai-partai dan para perwakilan masyarakat, Puan juga berjanji akan minta Kementrian Kesehatan untuk memperbanyak vaksinansi di wilayah yang punya potensi pariwisata.
Puan juga menikmati pantai, laut dengan jet ski serta melepaskan anak-anak tuturuga (sejenis kura-kura atau penyu) ke laut lepas. Nampaknya antara Puan dan Sulawesi Utara saling menyenangkan.
Kedatangan Puan ini nampaknya awal dari safarinya ke berbagai kandang banteng moncong putih. Kunjungan ke Sulut tentu punya arsitek dan sutradara: Olly Dondokambey. Ini nampak jelas. Puan, ketua DPR, lebih banyak diam kepada wartawan soal suara Sulut yang mendukung pencalonannya.
Maka ada berita media massa yang bertanya, ada apa dengan Puan ke Sulut ini? Coba tanyakan pada mafafa (nyiur/daun pohon kelapa) yang melambai di pantai Likupang, Sulawesi Utara.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI