Â
Hari ini berbagai media news online memuat janji  Adhyaksa jika terpilih sebagai Gubernur DKI:
- Menjadikan Jakarta kota Teguh Beriman, dan masyarakat yang nasionalis relijius.Â
- Membangun Jakarta dengan kapitalis sekuler.
Mungkin saja ada penjelasan panjang lebar, namun media hanya menulis secara singkat; namun "penggalan" di atas sudah cukup untuk menjelaskan rencana besar Adhyaksa jika menjadi Gubernur DKI Jakarta. Rencana besar dalam rangka menata DKI Jakarta dengan segala kerumitan aspeknya, melalui tata kelola holistik serta kapasitas dan kualitas dirinya.Â
Kira-kira, apa yang ada dibalik janji Adhyaksa tersebut!?Â
Saya mencoba menelusuri janji Adhyaksa, "Membangun Jakarta dengan kapitalis sekuler"
Â
Makna Politik
Secara sederhana, politik berarti seni pemerintah memerintah; ilmu memerintah; cara pengusaha menguasai. Makna politiknya semakin dikembangkan sesuai perkembangan peradaban dan meluasnya wawasan berpikir.
Politik tidak lagi terbatas pada seni memerintah agar terciptanya keteratuaran dan ketertiban dalam masyarakat polis; melainkan lebih dari itu.
Dengan demikian, politik adalah kegiatan (rencana, tindakan, kata-kata, perilaku, strategi) yang dilakukan oleh politisi untuk mempengaruhi, memerintah, dan menguasai orang lain ataupun kelompok, sehingga pada diri mereka (yang dikuasai) muncul atau terjadi ikatan, ketaatan dan loyalitas (walaupun, yang sering terjadi adalah ikatan semu; ketaatan semu; dan loyalitas semu).
Dalam/pada politik ada hubungan antar manusia yang memunculkan menguasai dan dikuasai; mempengaruhi dan dipengaruhi karena kesamaan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai. Ada berbagai tujuan dan kepentingan pada dunia politik, dan sekaligus mempengaruhi perilaku politikus.