Tapi, pada dasarnya Abigail memang cerdas. Jadi dia berusaha melakukan apapun demi menarik perhatian ratu. Berhasil! Abigail yang tadinya pegawai rendahan mulai "naik jabatan" menjadi asisten Sarah dan tentu saja mulai sering bertemu dengan Ratu Anne.
Kondisinya jauh lebih baik. Walau rupanya Abigail merasa itu saja tidak cukup. Jadilah, dengan segala kemampuannya, Abigail berusaha untuk menarik perhatian ratu lebih dalam. Jika hal itu ia harus menyingkirkan Sarah, maka jalan itu pun akan ia tempuh!
* * *
Briliant!
Hwoh, sudah lama saya nggak nemu film yang sekeren ini. Selama hampir 2 jam, sebagai penonton saya diperlihatkan betapa apiknya sutradara Yorgos Lanthimos menyuntikkan nyawa di setiap adegannya!
Tentu saja hal ini tak akan terjadi jika tanpa akting yang sempurna dari tiga pemain utamanya: Olivia Coldman, Rahcel Weizs dan Emma Stone. Tak heran jika ketiganya berhasil masuk nominasi aktris utama dan pendukung terbaik walaupun hanya OIivia yang berhasil menang di penyelenggaraan Academy Award 2019 lalu itu.
Departemen kostum dan sinematografinya juga piawai menghadirkan nuansa Inggris di abad ke-18. Rambut palsu para prianya, pakaian mengembang wanitanya hingga istana dengan ornamen mencengangkan.
Selama nonton, ntah berapa kali saya secara tak sadar nyeletuk, "wow!", "Njir!", atau, "gila!" saking takjubnya dengan film ini. Terus terang, karena The Favourite ini, saya jadi penasaran dengan film-film Yorgos Lanthimos lainnya. Sebab, saya rasa sutradara asal Yunani ini punya sentuhan yang khas di setiap karya-karyanya. Poster film-filmnya aja unik!
Walau terlambat menonton, The Favourite adalah salah satu film terbaik yang saya tonton di tahun 2022 ini. Bagi yang penasaran, silakan tonton di Disney Hotstar ya. Mudah-mudahan cocok dengan seleranya.