Mohon tunggu...
Haryadi Yansyah
Haryadi Yansyah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

ex-banker yang kini beralih profesi menjadi pedagang. Tukang protes pelayanan publik terutama di Palembang. Pecinta film dan buku. Blogger, tukang foto dan tukang jalan amatir yang memiliki banyak mimpi. | IG : @OmnduutX

Selanjutnya

Tutup

Kurma Artikel Utama

Kocaknya Memperkenalkan Ibadah Puasa Ramadan ke Seorang Bule

22 Mei 2018   09:57 Diperbarui: 22 Mei 2018   11:10 3351
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bule aja suka pempek. Masa kamu nggak? hehehe. Foto milik pribadi

Oh ya, walaupun ayah dan ibu tidak dapat berbahasa Inggris, itu tidak jadi masalah besar. Toh saya dan kedua adik dapat menerjemahkan. Dan, jangan lupa, "saya percaya, ada bahasa yang tak bersuara. Ada aksara yang tak membutuhkan kata-kata. Dan itu cinta," sahut Windy Ariestianty.

Saat masih seru makan bersama, tiba-tiba....

 "Karena. Kalian semua. Puasa. Besok. Saya. Puasa"

Julian berkata terbata-bata memakai bahasa Indonesia sambil terus mengunyah makanan saat berbuka puasa di rumah kami. Mendapati keinginannya untuk berpuasa, seketika kami semua (saya, orang tua dan dua adik) terkejut.

"Are you sure, Julian? Because you have to wake up early morning around 3.30 am for sahur," Tanya saya memastikan.

Mata Julian mengerling. Dia masih belum paham apa itu sahur. Kenapa harus bangun sedini itu karena yang ada dibenaknya berpuasa hanya tidak boleh makan dan minum. Saya lalu menjelaskan mengenai puasa secara umum. Lantas dia berkata, "Oh okay, tentu, kenapa tidak? Jika saya tidak pernah mencoba, saya tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya berpuasa seperti kalian."

Begitu ya? Hmm, baiklah, mari kita lihat bagaimana besok.

Julian Ikutan Tarawih dan Sahur

"Oh ya, btw, are you okay to stay alone at home for hmm around 1 hour while we all praying in mosque?" Tanya saya menjelang berbuka puasa selesai.

"Apakah masjidnya jauh?"

"Oh masjidnya dekat sekali. Hanya 3 menit berjalan kaki," jawab saya lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun