Kemudian, sebenarnya apa saja solusi efektif yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun tersebut? mungkin dapat menggaris bawahi tiga kunci utama: deteksi dini- yaitu pemetaan di wilayah wilayah rawan kebakaran, alarm peringatan maupun pencegahan kebakaran besar.Â
Sumber daya pemadamam- dimana pada kondisi wilayah, terkadang tidak memiliki tempat penampungan air di titik rawan kebakaran sehingga menyebabkan kebakaran cepat menjadi besar serta anggaran yang cukup besar yang dibutuhkan untuk operasional penanggulangan bencana, serta peningkatan kesadaran masyarakat, dimana dapat menggandeng masyarakat, khususnya petani yang memiliki lahan di daerah rawan kebakaran untuk dapat terus menerus diberikan stimulan, solusi alternatif membuka lahan selain dengan cara membakar serta kesadaran dan sosialisasi mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan apabila tetap membakar lahan untuk membuka lahan. Mungkin pula dapat ditambah penegakan aturan yang ketat dan tegas bagi pelaku agar dapat menimbulkan efek jera sebagaimana aturan yang telah ditetapkan.Â
Sehingga, pada akhirnya upaya penangangan karhutla setiap tahunnya memang harus menjadi kesadaran bersama bahwa masalah tersebut butuh kolaborasi yang efektif dari setiap lini, dimulai dari pencegahan dan deteksi, untuk kemudian dibutuhkan kesiapan dan kesigapan dalam penanggulangan masalah berulang yang muncul ketika kebakaran tersebut terdeteksi; sumber air yang sulit didapatkan di musim kemarau khususnya di bulan agustus-september, biaya operasional pemadaman yang membutuhkan alokasi anggaran yang cukup besar, serta pilihan menggunakan water bomb untuk wilayah kebakaran yang sulit dijangkau oleh petugas.Â
Bahwa isu penanggulangan keselamatan lingkungan ini, juga dapat ditarik pada keadilan lingkungan pada bencana ekologi, yaitu gerakan sosial yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidakadilan lingkungan yang terjadi akibat kesenjangan sosial dan perbedaan perlakuan (diskriminasi) yang mengakibatkan kerugian pada kelompok marginal dalam bencana yang diintervensi oleh kontribusi manusia itu sendiri.Â
Sehingga dalam kesadaran keadilan lingkungan ini, dapat mulai disadarkan tentang bagaimana akhirnya cara pandang manusia menempatkan dirinya dan komunitasnya dalam melihat masalah lingkungan. Sehingga akhirnya semua elemen masyarakat, dapat saling bersinergi dalam menambal solusi solusi yang dimulai dari dirinya sendiri serta mendapatkan keuntungan sebagai hubungan timbal balik, dalam pengelolaan lingkungannya sendiri.
Pontianak, 22 Agustus 2023Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H