Mohon tunggu...
Oktovianus Restu
Oktovianus Restu Mohon Tunggu... Lainnya - Freshgraduate

I am a recent graduate from Dipa University in Makassar.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Peran dan Tantangan Sensus Pertanian 2023 dalam Menjawab Kebutuhan Data Pertanian di Indonesia

17 Mei 2023   21:48 Diperbarui: 18 Mei 2023   08:35 663
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Instagram.com/@bps_statistics

Sensus pertanian adalah kegiatan pengumpulan data yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperoleh informasi tentang sektor pertanian di Indonesia. 

Data yang dikumpulkan meliputi luas lahan pertanian, produksi tanaman dan hewan, serta jumlah petani dan pekerja pertanian. Sensus pertanian dilakukan setiap 10 tahun sekali dan sensus pertanian terakhir dilakukan pada tahun 2013.

Sensus pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Data yang diperoleh dari sensus pertanian dapat digunakan untuk merencanakan kebijakan pertanian, menentukan alokasi anggaran, serta memantau dan mengevaluasi program-program pertanian yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Pada tahun 2023, BPS akan kembali melakukan sensus pertanian. Namun, sensus pertanian 2023 akan dihadapkan pada beberapa tantangan yang perlu diatasi agar data yang diperoleh dapat menjadi representatif dan akurat. 

Berikut adalah beberapa tantangan yang dihadapi oleh sensus pertanian 2023:

Instagram.com/@bps_statistics
Instagram.com/@bps_statistics

1. Tingkat Partisipasi Petani

Tingkat partisipasi petani dalam sensus pertanian menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi. Banyak petani yang tidak memiliki kesadaran akan pentingnya sensus pertanian dan tidak memahami manfaat dari sensus pertanian. 

Selain itu, adanya petani yang tidak memiliki identitas atau dokumen resmi juga menjadi kendala dalam proses pengumpulan data. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi yang intensif kepada petani dan masyarakat sekitar tentang manfaat sensus pertanian dan pentingnya partisipasi dalam sensus pertanian.

2. Keterbatasan Aksesibilitas

Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau-pulau kecil. Hal ini menyebabkan keterbatasan aksesibilitas dalam pengumpulan data. Beberapa daerah sulit dijangkau karena keterbatasan infrastruktur seperti jalan dan transportasi. 

Selain itu, adanya daerah-daerah terpencil dan daerah yang rawan konflik juga menjadi kendala dalam pengumpulan data. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan aksesibilitas ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, seperti penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait.

3. Keterbatasan Tenaga Enumerator

Tenaga enumerator merupakan orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan data pada sensus pertanian. Keterbatasan jumlah tenaga enumerator yang tersedia menjadi tantangan dalam sensus pertanian 2023. 

Selain itu, tenaga enumerator yang ada juga perlu mendapatkan pelatihan yang memadai agar dapat melakukan tugasnya dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan rekrutmen tenaga enumerator yang cukup dan memberikan pelatihan yang memadai.

4. Keterbatasan Teknologi

Penggunaan teknologi dalam pengumpulan data menjadi hal yang sangat penting dalam sensus pertanian. Namun, keterbatasan teknologi yang ada menjadi tantangan dalam sensus pertanian 2023. Beberapa daerah di Indonesia masih sulit dijangkau oleh jaringan internet atau listrik. 

Selain itu, keterbatasan perangkat keras dan perangkat lunak juga menjadi kendala dalam pengumpulan data. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan aksesibilitas teknologi di daerah-daerah terpencil dan memberikan pelatihan kepada petugas sensus pertanian dalam penggunaan teknologi.

5. Keterbatasan Anggaran

Sensus pertanian membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk dapat dilaksanakan dengan baik. Namun, keterbatasan anggaran yang tersedia menjadi tantangan dalam sensus pertanian 2023. 

Oleh karena itu, perlu dilakukan pengelolaan anggaran yang baik dan efisien serta mencari sumber dana alternatif untuk mendukung pelaksanaan sensus pertanian.

Dalam menjawab kebutuhan data pertanian di Indonesia, sensus pertanian 2023 memiliki peran yang sangat penting. Data yang diperoleh dari sensus pertanian akan menjadi dasar dalam merencanakan kebijakan pertanian, menentukan alokasi anggaran, serta memantau dan mengevaluasi program-program pertanian yang dilaksanakan oleh pemerintah. 

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh sensus pertanian 2023 agar data yang diperoleh dapat menjadi representatif dan akurat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun