Berikut data dan bukti kalau MoU tidak melanggar statuta:
1. MoU itu hasil kesepakatan PSSI dan KPSI/ISL di rapat bersama yang disaksikan langsung oleh Task Force AFC.
2. Task Force AFC pun sudah melaporkan hasil kesepakatan (MoU) kepada AFC dan FIFA. MoU sudah disetujui AFC & FIFA.
3. Jadi sangat TIDAK MUNGKIN jika MoU melanggar statuta FIFA, karena MoU sudah diketahui dan disetujui AFC & FIFA.
4. Karena ketakutan dgn “Voters Solo”, akhirnya si Sekjen mau melobi FIFA dan ingin menggunakan “Voters Palangkaraya”.
5. Sekjen mengatakan ke FIFA utk mengganti Voters Solo karena melanggar statuta (GOBLOK).
6. FIFA pun tak menggubris bacot PSSI. FIFA justru membalas surat ke Pemerintah melalui Menpora.
7. FIFA memerintahkan agar Pemerintah turun tangan membantu agar PSSI & KPSI tetap berteguh pada MoU.
8. Rabu kemarin di Tempat Menpora, PSSI dan KPSI telah bersepakat utk menghindari Sanksi FIFA dan melaksanakan kongres dgn Voters Solo.
9. Dan lagi-lagi PSSI melanggar komitmen tersebut dan tetap ngotot akan menggelar Kongres dgn Voters Palangkaraya.
10. Ada kata Fenomenal yg keluar dari sekjen yaitu “LEBIH BAIK KAMI DI SANKSI, daripada melanggar statuta”.
-----------
Sumber : http://m.lensaindonesia.com/2012/12/07/mou-itu-tak-melanggar-statuta.html